KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Aksi penyampaian pendapat yang digelar Aliansi Balikpapan Bersuara mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Sebanyak 116 personel Polresta Balikpapan diterjunkan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Aksi yang berlangsung di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat, Jalan Jenderal Sudirman itu terkait penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS di Jakarta.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy menegaskan, pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan sekaligus menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut telah melalui mekanisme pemberitahuan resmi kepada kepolisian sehari sebelum pelaksanaan. “Dengan adanya pemberitahuan, kami bisa menyiapkan pengamanan secara optimal,” ujarnya.
Baca Juga: Polwan Polda Kaltim Turun ke Sungai Nangka, Bagikan 165 Paket Minyak Goreng
Selain personel pengamanan terbuka dari Samapta, aparat juga menurunkan tim negosiator yang melibatkan polisi wanita (polwan). Pendekatan persuasif dikedepankan selama aksi berlangsung. “Kami mengutamakan dialog agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tambahnya.
Pengamanan juga diperkuat secara tertutup melalui kehadiran personel intelijen dan reserse kriminal guna mengantisipasi potensi pelanggaran hukum.
Jerrold menegaskan, kehadiran polisi bukan untuk membatasi, melainkan memastikan kegiatan masyarakat berjalan sesuai aturan. “Polri hadir untuk melayani dan melindungi. Kami pastikan kegiatan berjalan dengan baik,” tegasnya. 9*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo