BALIKPAPAN- Kasus campak kembali mencuat di Kota Balikpapan. Dalam beberapa pekan terakhir, jumlahnya terus bertambah dan kini menembus angka 200 kasus.
Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Balikpapan mencatat sebaran kasus telah menjangkau berbagai kelurahan. Kondisi ini mendorong peningkatan kewaspadaan, meski statusnya belum masuk kategori kejadian luar biasa.
Kadiskes Balikpapan Alwiati mengungkapkan bahwa pola penyebaran kali ini berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya campak identik dengan anak-anak, kini justru banyak menyerang usia dewasa.
“Bila seseorang sudah pernah mendapatkan imunisasi campak, biasanya gejalanya tidak terlalu berat karena tubuh sudah memiliki kekebalan,” ujarnya.
Alwiati menduga perubahan pola tersebut karena berkaitan dengan riwayat imunisasi yang tidak lengkap sejak masa kecil. Tanpa vaksinasi, tubuh tidak memiliki perlindungan optimal saat terpapar virus. Akibatnya, penderita berisiko mengalami gejala lebih berat. Dalam beberapa kasus, campak dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti sesak napas hingga pneumonia.
“Komplikasi tersebut bisa berbahaya, terutama bagi yang belum pernah mendapatkan vaksin,” jelas Alwiati.
Meski belum masuk kategori daerah endemik yang wajib menjalankan program Outbreak Response Immunization (ORI) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Diskes tetap mempercepat upaya pencegahan. Fokus utamanya pun mengarah pada peningkatan cakupan imunisasi masyarakat. DKK mengimbau warga agar segera melengkapi vaksinasi melalui fasilitas layanan kesehatan yang tersedia.
“Kami terus mengejar cakupan imunisasi agar masyarakat tidak mudah terjangkit,” tegasnya.
Selain vaksinasi, langkah penting lain adalah isolasi mandiri bagi penderita. Upaya tersebut sejauh ini efektif untuk memutus rantai penularan dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Selanjutnya. pasien agar beristirahat hingga benar-benar pulih sebelum kembali beraktivitas.
“Kalau sudah terjangkit, sebaiknya isolasi mandiri sampai sembuh agar tidak menularkan ke keluarga,” ujarnya.
Diskes Balikpapan terus memantau perkembangan kasus melalui fasilitas kesehatan seluruh wilayah kota. Pihaknya juga tetap membuka layanan vaksinasi bagi masyarakat.
“Tentunya kami berharap kesadaran warga meningkat, sehingga penyebaran campak dapat terkendali dan tidak meluas ke wilayah lain,” pungkas Alwiati. (*)
Editor : Ismet Rifani