BALIKPAPAN - Masalah pengendalian banjir, sistem penyediaan air bersih (SPAM), hingga kenaikan angka stunting menjadi catatan penting bagi pembangunan Kota Balikpapan. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, saat menghadiri Musrenbang Kota Balikpapan pada Kamis (2/4).
Kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kota Balikpapan berlangsung di Aula Balai Kota Balikpapan. Seno mengatakan telah menangkap beberapa hal penting harus segera mendapat solusi.
Baca Juga: Tunggakan Pajak Rumah Makan Sisa Rp3 Miliar, BPPDRD Balikpapan Ganjar Sanksi Denda
Seperti sistem penyediaan air minum (SPAM) hingga persoalan banjir yang disampaikan wali kota Balikpapan. Seno mengatakan, dua hal ini menjadi bagian penting bagi pembangunan Kota Minyak.
“Nantinya akan kami diskusikan di tingkat provinsi supaya ada perhatian untuk pengendalian banjir dan SPAM,” katanya. Tak hanya itu, Seno menilai angka kasus stunting di Balikpapan juga meningkat.
Dia meminta kepada wali kota untuk menempatkan standar pelayanan minimum (SPM) di Balikpapan sebagai perhatian khusus. Terutama untuk bayi di bawah lima tahun (balita).
Baca Juga: Anggaran Terbatas, Wali Kota Minta OPD Tajamkan Program Prioritas
Mengingat balita ini nilainya sangat berperan besar dalam menentukan ukuran stunting. “Kami berharap ada kerja sama yang baik antara dinas kesehatan kota dan provinsi nantinya,” tuturnya.
Anak-anak memang harus dibina dengan baik sejak dini, bagaimana mereka bisa terbebas stunting. Sebab pertumbuhannya dalam periode balita sangat berpengaruh pada masa depan anak.
Editor : Muhammad Ridhuan