BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud secara resmi meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk segera menangani kerusakan jalan di sejumlah ruas utama seperti Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Mulawarman.
Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang dinilai rawan kecelakaan, sehingga membutuhkan percepatan anggaran perbaikan demi kenyamanan warga. Ini salah satu dari deretan masalah Balikpapan.
Harapannya pemerintah provinsi memberi bantuan dan perhatian. Terutama penanganan kondisi jalan yang berstatus kewenangan Pemprov Kaltim. Seperti Jalan Soekarno-Hatta mulai dari titik Kilometer 0 - simpang Batu Ampar.
“Kondisi jalan yang rusak, bergelombang dan tentunya berlubang pasca konstruksi jaringan gas saat ini sangat rawan terhadap terjadinya kecelakaan,” katanya. Dia berharap, Pemprov Kaltim segera memperbaiki jalan tersebut.
Baca Juga: Demi Tingkatkan PAD, DPRD Balikpapan Ingin Adopsi Pengelolaan Depo Kontainer Batam
“Semoga bisa direncanakan, diprogramkan bahkan dianggarkan,” tuturnya. Selanjutnya untuk pemeliharaan Jalan Mulawarman dari Simpang Exit Tol Manggar hingga Teritip.
Ini juga sudah sering kali mendapat keluhan dari masyarakat. “Sekarang pembiayaannya ada di provinsi, maka harapannya segera ada perhatian agar warga tidak lagi mengeluh,” ucapnya.
Tidak hanya infrastruktur jalan, Pemkot Balikpapan juga melirik kebutuhan di sektor kesehatan dan sumber daya manusia. “Kami melihat urgensi pembangunan rumah sakit jiwa (RSJ),” imbuhnya.
Baca Juga: Lomba LBS dan PHBS di Kelurahan Karang Rejo: Wujud Kepedulian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat
Dia menegaskan, bukan berarti di Balikpapan banyak orang gila. Namun fasilitas RSJ ini penting sebagai antisipasi. “Mengingat kondisi RSJ di Samarinda yang saat ini sering mengalami kelebihan kapasitas,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga menitipkan fokus penanganan stunting. Khususnya melalui pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri di tingkat SMA yang merupakan kewenangan provinsi.
Serta terakhir perhatian di bidang pendidikan. “Kami berharap adanya sinkronisasi kurikulum SMA/SMK agar lebih adaptif dengan kebutuhan pasar yang saat ini,” ujarnya.
Pemkot Balikpapan ingin memastikan bahwa anak-anak Balikpapan menjadi tuan rumah dan aktor utama. Meski di tengah masifnya pembangunan di berbagai sektor.
Dia yakin hal tersebut bisa tercapai dengan arahan dan dukungan Pemprov Kaltim. “Balikpapan semakin kuat menjalankan peran dan fungsi sebagai penyangga utama kemajuan Kalimantan Timur,” tandasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki