KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Proyek pembangunan RS Sayang Ibu Balikpapan senilai Rp 136 miliar kembali menjadi sorotan setelah rencana pembentukan panitia khusus (pansus) di DPRD tak kunjung terealisasi.
Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri menegaskan bahwa legislatif masih menunggu hasil audit resmi dari BPK sebelum memutuskan langkah selanjutnya terkait desakan empat fraksi tersebut.
Seperti diketahui sudah lebih dari dua bulan sejak fraksi-fraksi mengajukan pembentukan pansus. Hingga kini DPRD Balikpapan tak kunjung mewujudkan desakan tersebut.
Baca Juga: Tatap Porprov Kaltim 2026, Balikpapan Proyeksikan Kirim 600 Atlet
Alwi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Ibaratnya polisi di pemerintah ini BPK,” tuturnya.
Dia ingin melihat dulu bagaimana hasil audit tersebut. Alwi menjelaskan, Inspektorat sudah mengusulkan kepada BPK untuk audit. Sekarang proses audit masih berjalan.
Jika nantinya BPK menyatakan tidak ada masalah dalam proyek di Balikpapan Barat tersebut. Maka menurutnya tidak perlu ada pembentukan pansus. Apabila memang ada masalah, pihaknya siap membuat pansus.
Baca Juga: PDIP Balikpapan Desak Pembentukan Pansus RS Sayang Ibu, Harus Transparan Sebelum Lanjut Anggaran
“Tapi kalau BPK bilang ternyata ada temuan A, B, C, D atau ada temuan masalah berat, kita akan bentuk pansus,” sebutnya. Kalau tidak ada masalah, dia mempertanyakan kepentingan mengejar pembentukan pansus.
“Kecuali ada temuan BPK banyak masalah dan ada rekomendasi dari Komisi IV,” sebutnya. Alwi berpendapat, tidak ada masalah terkait pelaksanaan proyek dengan total anggaran Rp 136 miliar.
“Informasi yang kita terima pekerjaan 18 persen dan ada pengembalian dana 2 persen atau sekitar Rp 2 miliar dari total dana yang dikucurkan 20 persen,” pungkasnya. Dia meyakini sebenarnya sudah tidak ada masalah. (*)
Editor : Duito Susanto