BALIKPAPAN – Keluhan warga atas rusaknya Jalan Sangga Buana di Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, akhirnya mendapat respons. Pengurus RT 52 bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Graha Indah menginisiasi penambalan lubang-lubang di sepanjang jalan tersebut secara swadaya.
Ketua LPM Kelurahan Graha Indah Shidiq Nur Alam menjelaskan bahwa kondisi jalan yang rusak parah sangat mengganggu aktivitas warga. "Dengan banyaknya keluhan dari warga masyarakat terkait Jalan Sangga Buana yang saat ini kondisinya rusak, maka Pengurus RT 52 beserta LPM menginisiasi agar untuk sementara jalan yang berlubang di tambal, sembari menunggu tindak lanjut dari pemerintah," ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Bangun Pasar Sementara Pasca Kebakaran Pasar Segiri, Tampung 140 Pedagang
Penambalan sementara menggunakan material agregat ini merupakan bentuk gotong royong murni. Tidak hanya itu, kegiatan yang sama juga meliputi pengangkatan sedimen di parit sepanjang ruas jalan tersebut. Pendangkalan parit selama ini menjadi penyebab utama genangan air yang mempercepat kerusakan jalan.
Yang menarik, aksi warga ini mendapat dukungan nyata dari dunia usaha. Salah satu perusahaan yang berdomisili di Kelurahan Graha Indah turut membantu melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya.
"Proses penimbunan jalan yang berlubang menggunakan agregat ini, kami dibantu oleh salah satu perusahaan yang berdomisili di kelurahan Graha Indah melalui program CSR-nya," tambah Ketua LPM.
Ia mengatakan kerja sama antara RT 52, LPM, dan perusahaan melalui CSR ini menjadi contoh sinergi yang baik antara masyarakat, lembaga kelurahan, dan sektor swasta.
"Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah untuk perbaikan infrastruktur secara menyeluruh, langkah swadaya seperti ini menjadi solusi cepat dan tepat," ucap Shidiq.
Warga setempat menyambut positif inisiatif tersebut. Jalan yang sebelumnya penuh lubang berbahaya bagi pengendara roda dua kini mulai mulus. Parit yang mengendap juga kembali mengalirkan air dengan lancar, mengurangi risiko banjir lokal.
Meskipun bersifat sementara, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi pemerintah kota untuk segera merealisasikan perbaikan permanen Jalan Sangga Buana. "Kami hanya menambal sambil menunggu tindak lanjut dari pemerintah," tegas Ketua LPM. (*)
Editor : Sukri Sikki