Festival Kemudahan dan Perlindungan UMKM 2026 Digelar di Enam Kecamatan: Targetkan Perluasan Pendampingan Pelaku Usaha  

Supriyono Lupus • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 16:32 WIB
Festival Kemudahan dan Perlindungan UMKM 2026 langsung diserbu para pelaku usaha yang berada diwilayah Kecamatan Balikpapan Selatan. (LUPUS/KP)

 
Festival Kemudahan dan Perlindungan UMKM 2026 langsung diserbu para pelaku usaha yang berada diwilayah Kecamatan Balikpapan Selatan. (LUPUS/KP)  

 

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) resmi meluncurkan Festival Kemudahan dan Perlindungan UMKM 2026. Kegiatan ini akan berlangsung secara bertahap di enam kecamatan hingga akhir April 2026.

Pembukaan festival digelar di Kantor DKUMKMP, Selasa (14/4/2026). Acara dibuka oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, mewakili Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Kepala DKUMKMP Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, memberikan data lebih rinci. Menurutnya, total UMKM di Balikpapan saat ini mencapai 98 ribu lebih. Namun, yang mendaftarkan diri untuk dikurasi dan menjadi binaan atau didampingi pemerintah baru sekitar 460-an pelaku usaha.

"Ini merupakan kelanjutan dari program kami di Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian di tahun keempat. Hari ini dan sampai dengan akhir April, kita akan berusaha untuk menambah jumlah kurasi atau pendampingan tersebut dengan layanan-layanan yang ada," ungkapnya.

Layanan yang dihadirkan meliputi kurasi dan pendampingan, pendaftaran legalitas usaha dan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) termasuk pendaftaran merek untuk produk-produk baru. Layanan dari BPOM, layanan dari Dinas Kesehatan terkait keamanan pangan, meliputi PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), SLHS (Sertifikat Laik Higienis Sanitasi), serta pemeriksaan kesehatan.

Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Balikpapan, Neny Dwi Winahyu (tiga kanan) membuka kegiatan didampingi Kepala DKUMKMP Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma (ujung kanan).

 
Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Balikpapan, Neny Dwi Winahyu (tiga kanan) membuka kegiatan didampingi Kepala DKUMKMP Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma (ujung kanan).  

 

Ada layanan perbankan, pengadaan barang dan jasa khususnya bagi UMKM yang memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) untuk didaftarkan di e-katalog versi 6 hingga layanan pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan mandiri.

"Bayangkan kalau Bapak-Ibu mengurusnya satu per satu mendatangi, pasti membutuhkan waktu yang cukup panjang. Makanya kami berinisiasi jemput bola untuk mengumpulkan," jelas Heru.

Festival Kemudahan dan Perlindungan UMKM 2026 ini yang terbanyak dari empat tahun terakhir. Ditambahkan ada bazar kuliner dan kriya yang disiapkan oleh teman-teman forum UMKM Kecamatan Balikpapan Selatan.

Sementara Neny Dwi Winahyu dalam sambutannya menegaskan kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat pembinaan serta mempermudah akses layanan bagi pelaku UMKM.

"Festival ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pendampingan dan fasilitasi berkelanjutan bagi pelaku UMKM, mulai dari legalitas usaha hingga peningkatan kualitas produk," ujar Neny.

Ia nenambahkan dari jumlah UMKM di Balikpapan yang mencapai 9.000 pelaku usaha, namun baru sekitar 400  saja yang telah terkurasi menjadi pekerjaan rumah bersama untuk terus memperluas jangkauan informasi.

"Pemkot Balikpapan berharap semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan pendampingan, sehingga dapat mengembangkan usaha ke arah yang lebih luas," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
Heruressandy Setia Kesuma Rahmad masud umkm Neny Dwi Winahyu