KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Warga Balikpapan bersiap menghadapi perubahan layanan bus Balikpapan City Trans (BCT). Menyusul kenaikan harga Dexlite hingga Rp10 ribu per liter.
Dishub Balikpapan menyiapkan beberapa skema baru mulai dari pembatasan jam operasional hingga pukul 18.00 Wita guna menjaga keberlangsungan transportasi publik tersebut.
Kenaikan harga Dexlite yang sangat signifikan turut berdampak pada operasional Balikpapan City Trans. Apalagi kenaikan harga mencapai Rp10 ribu per liter. Tepatnya dari Rp14.500 per liter menjadi Rp24.150 per liter.
Dinas Perhubungan telah melakukan rapat internal untuk menanggapi masalah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut. Hasilnya ada beberapa usulan yang bakal menjadi pertimbangan.
Kepala Dinas Perhubungan M Fadli Pathurrahman mengatakan, opsi pertama dengan pemanfaatan waktu layanan. “Apabila biasanya operasional sampai pukul 22.00 Wita. Kemungkinan dibatasi hanya sampai pukul 18.00 atau jam 6 sore,” ungkapnya.
Sementara opsi kedua dengan pengurangan aktivitas jumlah kendaraan Balikpapan City Trans. Selama ini total armada yang aktif sebanyak 23 unit. Nantinya bisa saja hanya tinggal 19 unit.
“Prinsipnya semua menjadi kebijakan dari pemerintah pusat atau Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD),” sebutnya. Mengingat kewenangan Balikpapan City Trans masih berada di Kementerian Perhubungan.
Pihaknya dari Dinas Perhubungan Balikpapan hanya mengajukan usulan saja. Namun keputusan nanti menunggu instruksi BPTD sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Perhubungan.
Baca Juga: Setelah Balikpapan, BYD Bidik Samarinda, Optimistis Pasar Kaltim Cepat Menerima Mobil Listrik
“Apapun hasilnya nanti, kami berharap dari BPTD bisa memberikan informasi kepada masyarakat terkait masalah layanan Balikpapan City Trans,” pungkasnya.
Semua dilakukan agar warga Balikpapan dapat terlayani dengan baik. Meski harus menghadapi situasi kenaikan BBM yang tentu berdampak pada beban operasional transportasi publik tersebut. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo