KALTIMPOST.ID-Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi bagi perempuan Indonesia dalam memaknai emansipasi dan kemandirian.
Bagi pengusaha kuliner Balikpapan, Endah Tri Hapsari, kemerdekaan perempuan tidak sekadar simbol, tetapi diwujudkan dalam peran nyata di keluarga dan dunia usaha.
Sebagai pemilik Chumbucked Cafe dan Catering Services serta pelaku UMKM dengan produk Amplang Fishday dan Sanggar Madu Borneo, Endah aktif berbagi pengalaman sebagai narasumber di berbagai kegiatan.
Ia menilai, kemerdekaan perempuan bukan hanya soal memiliki penghasilan, tetapi juga memiliki kendali, pilihan, dan suara dalam pengelolaan ekonomi keluarga.
“Kemerdekaan itu tentang punya kendali, pilihan, dan suara dalam kehidupan finansial rumah tangga,” ujarnya.
Baca Juga: Wartawan 60 Tahun ke Atas
Endah mengakui, tantangan terbesar perempuan pebisnis adalah membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.
Namun, ia tetap menempatkan peran sebagai ibu dan istri sebagai prioritas, dengan menjaga momen penting bersama keluarga serta menyediakan waktu berkualitas.
Selain menjalankan usaha, Endah juga menjabat sebagai Ketua Forum UMKM Kecamatan Balikpapan Selatan yang menaungi sekitar 250 pelaku usaha. Mayoritas anggotanya merupakan perempuan. Di perusahaannya pun, tenaga kerja didominasi perempuan.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan perempuan agar berani berkarya dan mandiri secara ekonomi.
Ia menilai, masih banyak perempuan yang ragu memulai usaha karena takut gagal atau keterbatasan modal.
“Rasa ragu itu wajar. Tapi kalau menunggu siap, biasanya tidak akan mulai. Yang sering jadi hambatan bukan modal, tapi takut salah langkah,” katanya.
Dia menekankan, memulai usaha tidak harus dengan skala besar. Keberanian dan konsistensi menjadi kunci utama. “Mulai saja dari yang kecil. Bahkan tanpa modal besar pun bisa, selama ada tekad dan keberanian,” pesannya.
Melalui kiprahnya, Endah menunjukkan bahwa kemerdekaan perempuan dapat diwujudkan melalui keseimbangan peran dan kontribusi nyata dalam ekonomi keluarga maupun masyarakat. (pus/rd)
Editor : Romdani.