KALTIMPOST.ID-Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Iim Rahman memaknai perjuangan RA Kartini dalam konteks kekinian sebagai ruang kebebasan bagi perempuan untuk berkontribusi tanpa meninggalkan peran utama di keluarga.
Ia menilai semangat Kartini saat ini tercermin dalam kemampuan perempuan menjadi pemimpin sekaligus pendidik pertama bagi anak-anaknya.
Menurut Iim, perempuan masa kini dituntut memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan keteduhan spiritual.
Di lembaga legislatif, ia mengaku membawa perspektif seorang ibu dalam mengawal kebijakan, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan anak.
“Saya memastikan kebijakan yang lahir tetap berpihak pada kebutuhan dasar keluarga, dengan pendekatan yang manusiawi,” ujarnya.
Ia tidak menampik adanya tantangan dalam menjalankan peran ganda sebagai legislator dan ibu rumah tangga. Salah satunya adalah benturan waktu antara agenda kedewanan dengan momen penting bersama keluarga.
“Sering kegiatan paripurna atau reses bertepatan dengan kebutuhan anak-anak di rumah. Itu menjadi tantangan tersendiri,” katanya.
Baca Juga: Wartawan 60 Tahun ke Atas
Iim menegaskan, dukungan keluarga menjadi faktor kunci. Ia bersama suaminya yang juga anggota DPRD Kaltim membangun sistem dukungan berbasis komunikasi dan nilai religius.
Dalam menjalankan tugas, Iim mengaku banyak menyerap aspirasi masyarakat, khususnya kaum ibu. Isu yang mencuat antara lain pemerataan pendidikan, layanan kesehatan ramah anak, penguatan UMKM perempuan, hingga kebutuhan dasar seperti air bersih dan bahan pokok.
Ia memastikan, melalui Komisi IV, pihaknya terus mendorong agar alokasi anggaran daerah lebih fokus pada kebutuhan fundamental keluarga.
Iim berharap semakin banyak perempuan terlibat dalam politik dengan membawa nilai empati dan integritas.
Menurutnya, kepemimpinan yang berangkat dari kepedulian akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat hingga tingkat rumah tangga. (pus/rd)
Editor : Romdani.