KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Langkah ratusan pemuda di Kaltim untuk menjadi bagian dari Korps Bhayangkara kini memasuki fase krusial. Panitia seleksi penerimaan Bintara Polri di lingkungan Polda Kaltim secara resmi memulai Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I.
Bertempat di Gedung Kesenian Balikpapan, sebanyak 200 peserta pria hadir dengan penuh antusias untuk membuktikan kelayakan fisik mereka sebagai calon pelayan masyarakat. Dalam proses ini, para calon peserta harus melewati serangkaian tahapan pemeriksaan yang sangat mendetail.
Dimulai dari pengisian informed consent, mereka kemudian diukur berat badannya secara presisi, menjalani pemeriksaan gigi, hingga pengecekan tensi dan nadi.
Tak berhenti di situ, ketajaman penglihatan melalui pemeriksaan visus, tes buta warna, pemeriksaan THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan), hingga pemeriksaan fisik luar dan pendalaman kondisi kesehatan internal menjadi menu wajib yang harus dilalui satu per satu.
Baca Juga: Demo 21 April Kaltim: Hak Dipangkas, Disabilitas Turun Jalan
Kabid Dokkes Polda Kaltim, Kombes Pol Dr. drg. Nelson Situmorang, menegaskan bahwa rangkaian tes medis ini adalah saringan vital yang tidak bisa ditawar.
Menurutnya, hal ini merupakan bagian penting dalam memastikan calon anggota Polri memiliki kondisi fisik dan kesehatan yang benar-benar prima sebelum nantinya mengemban tugas yang berat di lapangan.
Standar tinggi sengaja diterapkan agar personel yang terpilih memiliki daya tahan tubuh yang tangguh. Di sisi lain, untuk menjamin keadilan bagi seluruh peserta, proses seleksi ini dikawal dengan pengawasan yang sangat ketat.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, menjelaskan bahwa pihaknya melibatkan pengawas internal dan eksternal untuk memantau langsung setiap jalannya tes. Hal ini dilakukan guna menjamin transparansi dan akuntabilitas, sehingga menutup ruang bagi praktik-praktik yang melanggar prinsip kebersihan dalam seleksi.
Baca Juga: Kado Kartini dari Sepaku PPU, Mencari Penulis Cilik untuk Masa Depan IKN
Yuliyanto menyebut bahwa proses penerimaan ini mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Dengan profesionalisme yang dijaga di setiap tahapan, diharapkan Polri dapat menjaring calon anggota yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga unggul dan berintegritas tinggi.
Ia pun berpesan agar seluruh peserta yang telah menyelesaikan Rikkes Tahap I tetap menjaga pola hidup dan kondisi kesehatan secara optimal demi menghadapi tantangan di tahapan seleksi selanjutnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo