BALIKPAPAN - Mengejar status RSUD pada 2027, DPRD Balikpapan kini menggenjot perbaikan fasilitas di RSIA Sayang Ibu. Hal ini menjadi prioritas utama dalam APBD Perubahan 2026 demi menjamin pelayanan pasien BPJS Kesehatan tetap berjalan maksimal di tengah pembangunan RS Balikpapan Barat.
Baca Juga: RSIA Sayang Ibu Bakal "Naik Kelas" Jadi RSUD, Pansus Minta Anggaran Perbaikan Masuk APBD Perubahan
Komisi IV DPRD Balikpapan mengakui kondisi RSIA Sayang Ibu yang eksisting masih perlu pembenahan. Wakil rakyat di legislatif pernah melakukan kunjungan lapangan di fasilitas kesehatan tersebut.
“Ruangan sangat kurang. Ada yang kosong dan masih agak luas di bagian atas. Mungkin nanti bisa sambil dipakai dulu,” kata Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Yusdiana Hakmi.
Dia mendorong agar perbaikan RSIA Sayang Ibu bisa dilakukan dalam waktu dekat. “Pasti kita perhatikan karena statusnya ini rumah sakit pemerintah dan menjadi rujukan awal masyarakat,” ujarnya.
Sementara Ketua Pansus LKPj wali kota Andi Arif Agung sepakat bahwa persoalan pembangunan rumah sakit Balikpapan Barat yang sedang berjalan biar sembari berproses. Namun tetap ada perhatian untuk kondisi rumah sakit yang eksisting.
Mengingat harus mengejar status naik kelas menjadi RSUD pada 2027. Dia berharap tidak ada kendala dalam peralihan status tersebut. “Terutama agar tetap bisa melayani pasien BPJS Kesehatan,” ucapnya.
Baca Juga: Kutim Dapat Nilai Merah dari KPK, Bupati: Wajib Diperbaiki, Target Naik di 2026
Nantinya DPRD Balikpapan akan mengupayakan alokasi anggaran dalam APBD Perubahan 2026. Dia menyadari banyak fasilitas pendukung yang belum memadai saat ini untuk menjadi RSUD.
“Masalah ini menjadi prioritas agar tahun depan sudah bisa mulai penambahan ruangan dan sebagainya,” tuturnya. Hal ini juga menjadi catatan dan masuk dalam rekomendasi pansus LKPj wali kota.
Dia meminta Komisi III dan Komisi IV mengawal masalah tersebut. Serta secepatnya meninjau kondisi RSIA Sayang Ibu. Sehingga nanti bisa dibahas dalam APBD Perubahan 2026.
Menurutnya Komisi III yang membidangi pembangunan melihat dari struktur bangunan. Sedangkan Komisi IV dari sisi masalah lainnya. “Identifikasi apa saja kebutuhan prioritas yang perlu dikejar saat ini,” katanya.
Pria yang akrab disapa A3 ini memahami pembangunan RSUD Balikpapan Barat juga tidak bisa sebentar dan langsung rampung. Dia memprediksi rumah sakit bisa benar-benar beroperasi dua tahun ke depan.
“Karena melihat situasi anggaran dan persoalan yang ada kemarin,” ujarnya. RSIA Sayang Ibu tidak bisa hanya menunggu pembangunan fisik rampung. Mereka harus mengejar status menjadi RSUD pada 2027. (*)
Editor : Sukri Sikki