KALTIMPOST.ID-Program bantuan yang masuk ke RT 12 Kelurahan Kariangau, Balikpapan tidak bisa dibaca semata sebagai aktivitas filantropi perusahaan.
Di balik distribusi bibit, pupuk, hingga infrastruktur pertanian, terselip pendekatan yang lebih strategis: membangun ketahanan pangan dari titik paling dekat dengan area industri.
PT Kaltim Kariangau Terminal (PT KKT) memilih intervensi berbasis kebutuhan riil warga. Alih-alih program seremonial, perusahaan masuk ke ekosistem yang sudah hidup Komunitas Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Cabe Ceria dan memperkuatnya dengan sumber daya yang sebelumnya terbatas.
Sebanyak 150 bibit tanaman hortikultura dan 45 karung pupuk disalurkan, disertai dukungan irigasi melalui tandon air berkapasitas 1.200 liter dan mesin pompa. Intervensi ini secara langsung menyasar titik lemah produksi: kesuburan tanah dan akses air.
Direktur Utama PT KKT Enriany Muis, menekankan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. “Program TJSL ini kami fokuskan pada masyarakat di sekitar wilayah operasional PT KKT. Kami melihat langsung bagaimana warga memiliki semangat untuk mengelola lahan dan meningkatkan kesejahteraan,” tuturnya.
Namun yang lebih penting adalah efek jangka panjangnya. Dengan dukungan paranet untuk perlindungan tanaman dan sistem irigasi yang lebih stabil, risiko gagal panen bisa ditekan. Artinya, produktivitas tidak lagi sepenuhnya bergantung pada faktor cuaca.
Program itu mencerminkan pergeseran paradigma CSR dari sekadar bantuan menjadi investasi sosial jangka panjang. Ketika komunitas mampu mengelola sumber daya secara mandiri, perusahaan tidak hanya membangun citra, tetapi juga menciptakan stabilitas sosial di sekitar wilayah operasionalnya.
Di lahan yang tidak terlalu luas itu, arah kebijakan pembangunan skala mikro sedang diuji. “Jika berhasil, model seperti ini bisa menjadi jawaban atas persoalan klasik, bagaimana menghubungkan kepentingan industri dengan kebutuhan dasar masyarakat tanpa menciptakan ketergantungan,” timpalnya.
Di sisi lain, warga melihat program ini sebagai peluang untuk keluar dari pola pertanian skala rumah tangga yang stagnan. Ketua RT 12 Kariangau Jarnoto menyebut bantuan ini memberi ruang bagi peningkatan hasil yang lebih terukur.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari PT KKT. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya dan membantu warga dalam meningkatkan hasil pertanian,” ungkapnya. (rd)
Editor : Romdani.