KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Panggung megah dengan sorotan lampu lampu barangkali menjadi impian banyak orang. Namun bagi Reval Zulfi Sulistyo, kemahiran memegang mik dan mengendalikan alur acara tidak lahir dari instan. Ia menempa diri di "kawah candradimuka" yang penuh disiplin: ruang protokol pemerintahan.
Anak kedua dari pasangan Hadi Sulistyana dan Ismiati ini sejatinya memiliki latar belakang pendidikan teknis. Lulusan SMK 1 Balikpapan (2009) dan STT Migas Balikpapan (2014) ini awalnya tidak menyangka garis tangannya akan membawa ia menjadi salah satu komunikator publik yang disegani di Kota Beriman.
Langkahnya dimulai pada 2015 saat bergabung sebagai staf Humas dan Protokol Pemkot Balikpapan. Di sana, Reval tak sekadar bekerja kantoran, tapi mulai "dipaksa" tampil di depan publik dengan tanggung jawab besar.
“Basic tampil sebenarnya sudah ada sejak 2014. Tapi benar-benar terasah dan aktif itu setelah masuk Humas Protokol di 2015,” kenang suami dari Risa tersebut kepada Kaltim Post.
Dunia protokol pemerintah dikenal sangat kaku dan penuh aturan. Di bawah bimbingan Kasubag Protokol kala itu, Elok Elvia, serta para senior lainnya, Reval belajar bahwa menjadi Master of Ceremony (MC) bukan sekadar bermodal suara merdu atau pandai bicara.
Ia harus berjibaku dengan detail penyebutan tamu VIP, memahami etika komunikasi birokrasi, hingga ketajaman membaca alur acara yang dinamis. Dari panggung lingkup wali kota, jam terbangnya merangkak naik hingga ke level gubernur.
Kepercayaan yang terpupuk membuahkan hasil manis. Puncaknya terjadi pada 2017. Reval mendapatkan tugas yang barangkali menjadi mimpi setiap MC: terlibat dalam penanganan acara kunjungan Presiden Republik Indonesia di Balikpapan.
Menangani acara sekelas RI 1 tentu membutuhkan kesiapan mental baja. Detik-detik itulah yang mematangkan profesionalisme seorang Reval.
“Handle acara RI 1 itu pengalaman luar biasa. Itu menjadi salah satu titik paling penting sekaligus bersejarah dalam perjalanan karier saya,” tuturnya.
Kini, dengan fondasi protokol yang kuat, Reval telah melangkah ke panggung yang lebih luas. Perjalanannya menjadi bukti bahwa kesuksesan bukan hanya soal bakat, tapi tentang keberanian untuk belajar dari detail terkecil dan kedisiplinan yang ditempa waktu. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo