KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Sukses di panggung besar bukan berarti langsung memanen rupiah melimpah. Itulah yang dirasakan Reval Zulfi Sulistyo. Sebelum dikenal sebagai salah satu pembawa acara (MC) kondang di Balikpapan, ia harus melewati fase "prihatin", di mana suaranya hanya dihargai selembar uang transport.
Mengawali karier di lingkungan birokrasi, Reval mengaku tidak pernah mematok tarif. Baginya saat itu, panggung adalah tempat belajar, bukan sekadar ladang mencari cuan.
“Kalau di pemerintahan dulu memang tidak ada fee profesional. Paling hanya uang transport Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu saja,” kenang Reval sambil tersenyum.
Langkah beraninya ke dunia wedding profesional dimulai dari permintaan sederhana seorang kawan. Menjadi MC akad nikah tanpa patokan harga, Reval justru mendapat kejutan yang menjadi titik balik mentalnya.
“Waktu itu benar-benar tidak matok harga, niatnya murni bantu sambil belajar. Tapi alhamdulillah, selesai acara dikasih Rp 500 ribu. Dari situ saya sadar, bidang ini punya potensi jika digeluti serius,” tuturnya.
Perlahan namun pasti, tawaran mulai mengalir. Reval pun tak mau setengah-setengah. Ayah dua anak dari Rumasyaa Shaziva Asyabia Zulfi dan Rafan Sharvaraz Ar Zulfi ini bahkan sempat banting tulang menjadi freelancer di sebuah wedding organizer. Tujuannya satu: memahami alur acara dari balik layar.
Bagi Reval, seorang MC profesional harus siap "paket lengkap". Bukan hanya urusan vokal, tapi juga menyangkut penampilan, kedalaman materi, hingga ketepatan jam kerja. Menurutnya, kepercayaan klien tidak datang secara instan melalui promosi, melainkan dari konsistensi kualitas di setiap acara.
“Kita harus siap dari segala sisi. Fee itu bukan muncul tiba-tiba atau jatuh dari langit. Itu adalah hasil dari proses panjang membangun personal branding,” tegasnya.
Kini, pria yang merangkak dari nol ini telah bertransformasi menjadi salah satu MC andalan yang wara-wiri di berbagai event prestisius di Kota Minyak. Mulai dari pesta pernikahan yang intim hingga forum resmi tingkat tinggi, Reval membuktikan bahwa ketekunan akan selalu membuahkan hasil yang manis. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo