BALIKPAPAN - Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, berkomitmen mengawal tuntutan buruh pada peringatan May Day 2026. Selain mendorong kenaikan upah secara tripartit, ia juga memastikan anggaran kesehatan Rp 90 miliar siap cover warga yang terdampak pemangkasan kuota pusat.
Tuntutan upah minimum kota (UMK) yang layak masih menjadi salah satu poin utama pembahasan dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026. Budiono menyebutkan, target yang dikejar yakni membantu buruh lebih sejahtera lagi. Walau dari paparan Disnaker, UMK Balikpapan sudah mengalami kenaikan setiap tahun sesuai regulasi.
"Harapan teman-teman buruh, UMK bisa lebih naik lagi. Itu tentunya dibahas secara tripartit," ucapnya kepada awak media. Keluhan soal BPJS Kesehatan juga paling banyak dibahas oleh buruh.
Baca Juga: Peringati May Day 2026, Ketua DPRD Balikpapan Ancam Tutup Perusahaan Nakal
Apalagi beberapa peserta BPJS Kesehatan mengalami pemangkasan oleh kementerian. Totalnya mencapai sekitar 7.000 peserta. Nantinya data ini akan didalami lebih jauh.
Validasi dilakukan Dinas Sosial. Bagi yang tidak tercover lagi dari pusat maupun provinsi, kemungkinan bisa ditanggung oleh APBD Balikpapan.
"Pemerintah kota juga menyiapkan dana Rp 90 miliar untuk kesehatan masyarakat," sebutnya. Budiono menambahkan, tapi kini banyak rumah sakit yang belum dibayar klaim oleh BPJS kesehatan.
Terakhir buruh meminta kepastian daftar penyakit yang tidak tercover oleh jaminan kesehatan tersebut. "Masalah antrean di rumah sakit, pasien banyak sekali, BPJS harus memberi solusi," tuturnya.
Baca Juga: Antisipasi RKAB 2026, Mitigasi Disiapkan Pemerintah Daerah dari Hulu ke Hilir
Budiono menambahkan, pihaknya akan memanggil pimpiman BPJS Kesehatan yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut. "Kami akan jadwalkan khusus pertemuan antara BPJS kesehatan dengan buruh," tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki