Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Geram! Warga Ngeluh "Diusir" dari RS Saat Masih Sakit, Ketua DPRD Balikpapan Bakal Panggil BPJS Kesehatan  

Dina Angelina • Minggu, 3 Mei 2026 | 12:45 WIB
Sejumlah buruh di Balikpapan menyuarakan keluhan terkait sulitnya akses BPJS Kesehatan dalam aksi Hari Buruh Internasional 2026. (ANGGI PRADITHA/KP
Sejumlah buruh di Balikpapan menyuarakan keluhan terkait sulitnya akses BPJS Kesehatan dalam aksi Hari Buruh Internasional 2026. (ANGGI PRADITHA/KP

 

BALIKPAPAN - Momen Hari Buruh 2026 di Balikpapan diwarnai curhatan pilu warga soal buruknya layanan BPJS Kesehatan, mulai dari penolakan pasien hingga pasien rawat inap yang dipaksa pulang sebelum sembuh.

Tak sedikit pertanyaan tentang kepastian layanan yang tercover jaminan kesehatan tersebut. Tak tinggal diam, Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri siap turun tangan memanggil seluruh pihak terkait untuk meminta pertanggungjawaban.

Hal ini sudah menjadi perhatian khusus anggota legislatif. Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan, pihaknya siap memanggil manajemen BPJS Kesehatan untuk meminta penjelasan lebih lanjut.

“Ini menjadi dasar kami untuk memanggil semua pihak, termasuk semua manajemen rumah sakit,” ucapnya. Serta Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan. Bahkan, Alwi berencana memimpin langsung pertemuan tersebut.

Baca Juga: Budiono Janjikan Kesejahteraan Buruh: Bahas Kenaikan UMK hingga Amankan JKN Warga  

Nantinya rapat difasilitasi Komisi IV yang membidangi kesehatan. Dia ingin memastikan informasi yang beredar dan meminta semua pihak terbuka. Harapannya pelayanan BPJS Kesehatan bisa lebih baik ke depan.

Terutama tidak ada lagi keluhan warga karena merasa ditolak atau tidak mendapat pelayanan dengan baik. “Target tidak ada lagi masalah bagi warga atau buruh yang menggunakan BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga: Heboh Anggaran Rp 4,7 Miliar Makan Minum di Kelurahan Teluk Lingga, Camat Sangatta Utara Buka Suara

Sementara untuk tuntutan buruh seperti penghapusan outsourcing dan lainnya. Alwi mengatakan, legislatif siap menindaklanjuti. Namun dia meminta waktu untuk mempelajari isi petisi terlebih dahulu.

Alwi menyadari ada yang merasa dirugikan atau diuntungkan dari sistem outsourcing. Menurutnya sah-sah saja kaum buruh menuntut. “Tapi saya pelajari dulu tuntutan. Kami mungkin ada pertemuan lagi,” tandasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#dprd balikpapan #Alwi Al Qadri #rumah sakit #bpjs kesehatan