BALIKPAPAN - Jeritan sopir truk soal sulitnya dapat solar di Balikpapan akhirnya menemui titik terang. Setelah massa PMII turun ke jalan, DPRD Balikpapan langsung ambil langkah berani dengan menawarkan strategi khusus untuk menekan pusat.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan PMII dan sopir truk se-Balikpapan berakhir damai pada Senin (4/5) sore. Mereka turun ke jalan untuk menuntut solusi atas kelangkaan solar yang kerap terjadi di Balikpapan.
Ketua Cabang PMII Balikpapan Hijir Ismail Aziz mengatakan, pihaknya bersyukur beberapa tuntutan sudah berhasil disampaikan dalam orasi. Bahkan didengar langsung oleh DPRD Balikpapan dan Pertamina Patra Niaga.
“Tuntutan telah disepakati dan ditandatangani bersama,” ucapnya. Baik dari perwakilan peserta unjuk rasa yang memberi tuntutan maupun DPRD Balikpapan sebagai lembaga legislatif yang memiliki kuasa.
Selanjutnya DPRD Balikpapan akan menyampaikan tuntutan kepada pihak yang bertanggung jawab. “Kami tidak menuntut satu pihak saja. Ada BPH Migas, aparat penegak hukum, Pemkot Balikpapan, DPRD, dan lainnya,” ungkapnya.
Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri menawarkan perwakilan mahasiswa dan sopir berangkat bersamanya bertemu dengan BPH Migas di Jakarta. Menanggapi ini, Hijir menuturkan akan berdiskusi terlebih dahulu.
Menurutnya perlu konsolidasi bersama untuk memutuskan hal tersebut. Apalagi aksi unjuk rasa kali ini gabungan dari beberapa komunitas. PMII bersama komunitas sopir truk se-Balikpapan.
Mereka siap jika mau tidak mau harus berangkat demi memperjuangkan solusi kelangkaan solar. “Tapi kami berharap besar BPH Migas yang bisa datang ke sini langsung,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani