KALTIMPOST.ID-Bank Syariah Indonesia (BSI) mendorong masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang untuk menjaga stabilitas nilai kekayaan di tengah dinamika ekonomi.
Hal itu disampaikan Regional CEO 9 Kalimantan BSI Sefudin Suria Hidayat dalam talk show “Investasi Emas-Bank Syariah Indonesia” di Radio KPFM Balikpapan, Selasa (28/4).
Menurut Sefudin, fluktuasi harga emas dalam jangka pendek merupakan hal yang wajar. Investor tidak perlu menyikapinya secara berlebihan.
Ia menegaskan, karakter utama emas bukan untuk spekulasi jangka pendek, melainkan sebagai aset lindung nilai. “Investasi emas idealnya untuk jangka menengah hingga panjang. Ketika harga turun, tidak perlu panik karena itu bagian dari siklus,” ujarnya.
Sefudin menjelaskan, dalam 10 tahun terakhir, tren harga emas cenderung meningkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa emas masih relevan sebagai instrumen investasi yang stabil dan relatif aman.
Selain itu, emas dinilai mampu menjaga daya beli terhadap inflasi. Saat harga kebutuhan meningkat, nilai emas umumnya ikut menyesuaikan, sehingga nilai kekayaan tetap terjaga. “Emas bukan sekadar mencari keuntungan cepat, tetapi menjaga nilai aset agar tidak tergerus inflasi,” jelasnya.
Dari sisi likuiditas, emas juga memiliki keunggulan dibandingkan aset lain seperti properti. Emas dapat dicairkan dengan mudah kapan saja saat dibutuhkan, baik melalui transaksi konvensional maupun digital.
BSI menghadirkan kemudahan investasi emas melalui layanan digital. Melalui aplikasi Byond, nasabah dapat membeli, menyimpan, hingga menjual emas secara praktis dan sesuai prinsip syariah.
Dalam kesempatan itu, BSI juga mengajak masyarakat membangun kebiasaan investasi secara konsisten. Salah satunya dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk investasi emas sebagai tabungan jangka panjang. “Dengan perencanaan yang baik dan disiplin, emas bisa menjadi fondasi keuangan yang kuat di masa depan,” katanya.
Untuk menarik minat masyarakat, BSI menawarkan program promo pembukaan rekening emas dengan tambahan saldo emas gratis bagi nasabah baru.
Sefudin berharap masyarakat semakin memahami pentingnya orientasi jangka panjang dalam berinvestasi. Dengan begitu, investor tidak mudah terpengaruh oleh gejolak harga jangka pendek dan tetap fokus pada tujuan keuangan jangka panjang. (pms/rd)
Editor : Romdani.