BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan melalui Bappeda Litbang resmi menjalin kolaborasi dengan Bank Dunia, NUS Cities, dan Singapore Water Center untuk mengatasi masalah keterbatasan air baku serta penanganan banjir.
Langkah strategis ini diawali melalui lokakarya teknis yang digelar di Aula Bappeda Litbang, Rabu (6/5) guna menyusun peta jalan pembangunan infrastruktur air yang berkelanjutan.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Agenda Reses DPRD Balikpapan Dipotong Jadi Sekali Setahun
Turut mengundang organisasi perangkat daerah (OPD). Kepala Bappeda Litbang Murni mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kehadiran Balikpapan dalam event Singapore International Water Week.
Kala itu, pihaknya hadir menyampaikan masalah yang dialami Balikpapan. Kemudian mendapat respons Singapore Water Center yang difasilitasi oleh Bank Dunia memberikan pendampingan.
Terutama dalam menyusun strategi untuk mengatasi krisis air baku hingga banjir. Dalam kegiatan ini, Balikpapan mendapat bantuan teknikal yang sangat bermanfaat.
“Kalau harus membayar tenaga ahli saja sudah berapa ratus juta. Kami sangat bersyukur respons Singapura maupun Bank Dunia dalam membantu Balikpapan,” sebutnya.
Target besar yakni Balikpapan bermimpi bisa seperti Singapura. Menurutnya semua dimulai dari kegiatan tersebut. Mereka hadir untuk membantu Balikpapan mewujudkan cita-cita tersebut.
Meski harus secara perlahan atau step by step. “Indonesia kita tidak ketahui kondisi fiskal sangat terbatas. Acara hari ini bisa menjadi momen penting untuk mengawali mimpi itu,” tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan