KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kegiatan pelestarian lingkungan pesisir bertajuk “Eco Green to Revolution” digelar mahasiswa. Mereka berasal Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pariwisata Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Kalimantan (ITK).
Pelestarian lingkungan itu melibatkan personel Ditpolairud Polda Kaltim sebagai pemateri yang intens serta pemerhati lingkungan.
Personel memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut dan kawasan pesisir, termasuk peran strategis hutan mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Mangrove memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, tempat berkembang biaknya biota laut, sekaligus penyangga ekosistem pesisir yang harus dijaga bersama,” tutur Bripka Taufik Ismail.
Baca Juga: Perjalanan Wisawatan Nusantara di Kaltim Melonjak 50 Persen, Samarinda Jadi Penyumbang Terbesar
Selain edukasi, Dit Polairud Polda Kaltim juga menunjukkan dukungan nyata terhadap gerakan pelestarian lingkungan dengan menyerahkan bantuan 270 bibit mangrove kepada mahasiswa Poltekba dan ITK.
Bibit tersebut kemudian ditanam di kawasan pesisir Pantai Tanjung Bayur sebagai bagian dari aksi penghijauan dan rehabilitasi lingkungan pantai.
Mereka melakukan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang area pantai. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan laut dan kawasan pesisir dari ancaman pencemaran sampah.
Para mahasiswa tampak antusias mengikuti sesi edukasi sekaligus praktik lapangan dalam menjaga lingkungan pesisir.
Baca Juga: Bontang Kembali Dapat Sapi Kurban Presiden, Bobotnya 732 Kilogram dari Peternak Lokal
“Generasi muda semakin peduli terhadap isu lingkungan dan aktif berperan dalam menjaga kelestarian alam, khususnya di wilayah pesisir Kaltim,” harap Taufik.
Polda Kaltim menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lingkungan menjadi langkah penting untuk menciptakan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di tengah masyarakat. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo