KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Menjelang dibuka sistem penerimaan murid baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Disdikbud Balikpapan memastikan bantuan seragam bagi siswa yang rutin berjalan setiap tahun dalam persiapan.
“Saat ini sudah masih masa produksi dan tinggal menunggu penyelesaian,” kata Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik, Rabu (20/5). Mengingat pengadaan berlangsung sejak awal tahun.
Dia berharap, tidak ada keterlambatan deadline dalam produksi bantuan seragam tersebut. Sehingga siswa sudah bisa menerima seragam saat menyambut tahun ajaran baru.
Baca Juga: Kepala OPD Absen Rapat LKPj, Wali Kota Balikpapan: Ke Depan Harus Hadir Semua!
Irfan mengakui, jumlah pengadaan seragam bertambah menyesuaikan daya tampung sekolah. “Tahun ini kita tambah sekitar 2-5 persen dari sebelumnya. Alokasi anggaran kurang lebih Rp 20 miliar,” tuturnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, siswa SD dan SMP mendapatkan bantuan tiga seragam. Di antaranya batik, putih merah atau putih biru, dan pramuka. Begitu juga bantuan seragam PAUD.
Selain seragam, Disdikbud Balikpapan menyiapkan anggaran bantuan uang pangkal kepada siswa yang masuk ke sekolah swasta. Total ada 15 SMP swasta yang bekerja sama dengan Disdikbud Balikpapan.
Baca Juga: Harkitnas 2026 di Balikpapan: Wali Kota Ajak Jaga Persatuan dari Isu Perpecahan
“Ini kita lakukan untuk mempermudah masyarakat mengakses pendidikan terutama jenjang SMP,” imbuhnya. Sebab disparitas antara lulusan SD dan daya tampung SMP begitu besar.
“Adanya kerja sama ini membuat daya tampung SMP bertambah sekitar 1.200 siswa,” sebutnya. Sementara itu, bantuan uang pangkal yang diberikan sebesar Rp 1,5 juta per siswa dan SPP Rp 150 ribu per bulan. (*)
Editor : Duito Susanto