Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Siasati Efisiensi Anggaran, Disnaker Balikpapan Gandeng Perusahaan untuk Pelatihan Kerja

Dina Angelina • Jumat, 22 Mei 2026 | 16:40 WIB
Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar saat diwawancarai media. ANGGI PRADITHA/KP
Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar saat diwawancarai media. ANGGI PRADITHA/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan memastikan program pelatihan kerja gratis bagi warga lokal terus berjalan setiap tahun.

Menyasar lulusan SMA/SMK hingga S1, program ini berfokus pada sektor yang paling diminati pasar, seperti pelatihan instruktur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta operator alat berat demi mendongkrak kompetensi tenaga kerja lokal.

Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar mengakui, pihaknya tidak bisa memberikan kuota pelatihan yang besar setiap tahun. Seperti tahun ini, Pemkot Balikpapan kembali mengalami badai efisiensi anggaran.

“Opsinya kami melakukan kerja sama dengan perusahaan. Mereka bisa memberi pelatihan melalui pemagangan,” ungkapnya. Artinya tidak hanya bergantung dari dana bantuan pemerintah kota.

Baca Juga: Malaysia Siap Borong 500 Ribu Ton Beras RI, Nilai Transaksi Tembus Rp 8 Triliun

Menurutnya tenaga kerja lokal memang masih perlu meningkatkan skill agar tidak kalah dengan pendatang. Baik melalui pelatihan dan pemagangan. Pihaknya berupaya menjalin kolaborasi dengan perusahaan.

Misalnya dalam bentuk corporate social responsibility (CSR). Disnaker sudah melakukan komunikasi dengan Forum CSR, Forum HRD, dan lainnya yang mewakili perusahaan.

“Jadi mesti sinergi, tidak melulu pemerintah, tapi kita sama-sama membantu,” tuturnya. Sedangkan untuk pelatihan dari Disnaker tentu dibiayai Pemkot Balikpapan.

Pihaknya mengirim peserta untuk belajar ke Balai Latihan Kerja. “Ada sebagian anggaran dari APBD kota atau biaya murni dari balai langsung bisa provinsi atau kementerian,” sebutnya.

Baca Juga: DPK Perbankan Kaltim Menyusut Jadi Rp158,98 Triliun pada Akhir 2025

Hal yang terpenting anak Balikpapan bisa mendapatkan pelatihan. Nantinya menjadi modal atau pengalaman kerja sesuai kebutuhan perusahaan.

Walau ada efisiensi, pelatihan tetap berjalan dengan alokasi sekitar Rp 1,2 miliar pada 2025. Sedangkan tahun ini, anggaran sedikit menurun. Namun ini kuota tetap tertutupi dengan kolaborasi bersama perusahaan.

Biasanya setiap pelatihan dengan kuota lebih dari 15 orang. Awal tahun ini, Disnaker telah mengirim 15 orang mengikuti pelatihan dan sertifikasi di sektor migas yang berlangsung di PPSDM Migas Cepu.

Ini menggunakan bantuan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp500 juta. Selanjutnya Disnaker sedang menunggu pelatihan dari perusahaan untuk warga Kota Minyak.

Bagi yang ingin mengikuti pelatihan bisa mendaftar dan mengikuti proses seleksi. “Informasi kami sampaikan terbuka melalui media sosial Disnaker,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pelatihan kerja Balikpapan #pelatihan gratis Balikpapan #pemagangan perusahaan #tenaga kerja lokal #disnaker balikpapan