KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kodam VI/Mulawarman memastikan peristiwa yang sempat viral dan disebut sebagai aksi pembegalan dilakukan oknum anggota TNI di Balikpapan adalah hoaks.
Berdasar informasi yang dihimpun, aksi tersebut bukan merupakan tindak kriminal begal, melainkan perselisihan antar pengendara yang berujung keributan.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada malam 30 Maret 2026 di kawasan lampu lalu lintas Kebun Sayur, Balikpapan.
Peristiwa bermula ketika pengendara sepeda motor bersama rekannya menyalip kendaraan di depannya dan hampir terjadi serempetan. Menurut dia, kendaraan yang nyaris terserempet kemudian mengejar kedua pengendara motor hingga ke kawasan SPBU Karang Anyar.
Baca Juga: Bandara IKN Berpotensi Jadi Embarkasi Haji dan Umrah? Ini Progresnya
Saat tiba di lokasi, salah satu pengendara motor berhasil meninggalkan tempat kejadian. Namun, satu pengendara lainnya sempat terlibat perselisihan dengan pihak yang mengejar. “Terjadi perselisihan yang disertai pemukulan, kemudian situasi mulai ramai oleh warga sekitar sehingga pihak yang terlibat meninggalkan lokasi,” jelasnya.
Kapendam menegaskan, kejadian tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai aksi pembegalan sebagaimana informasi yang beredar di media sosial maupun sejumlah pemberitaan sebelumnya. “Ini bukan aksi begal, tetapi perselisihan antar sesama pengguna jalan yang berujung keributan,” bebernya.
Saat ini, Kodam memastikan personel yang diduga terlibat tetap menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku, masih dalam tahap penyidikan Pomdam VI/Mulawarman. Kodam VI/Mulawarman memastikan situasi keamanan dan ketertiban di Balikpapan hingga saat ini tetap aman dan kondusif. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo