KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Personel Batalyon C Pelopor Kompi 2 Korps Brimob Polda Kaltim dilibatkan dalam pengawalan pemindahan narapidana. Pemindahan dilakukan dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda.
Pengawalan dipimpin Bripka Takbir bersama personel pengamanan lainnya. Pemindahan narapidana lintas kabupaten dan kota itu dilakukan dengan pengamanan ketat guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama perjalanan.
Sejak proses keberangkatan, personel Brimob telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan secara maksimal. Pengawalan dilakukan secara melekat untuk memastikan seluruh warga binaan dapat dipindahkan dengan aman menuju Lapas Kelas IIA Samarinda.
Baca Juga: Kaltim Keluarkan Setengah Triliun untuk Datangkan Sapi dari Luar
“Pengawalan pemindahan narapidana merupakan bagian dari komitmen Korps Brimob dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung penegakan hukum di Kaltim,” terang Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai.
Setiap proses pemindahan memiliki tingkat risiko tersendiri sehingga diperlukan kesiapan personel yang maksimal. Keberhasilan pengawalan tidak terlepas dari koordinasi yang baik antara personel Brimob dengan pihak rutan maupun lapas.
“Dengan kesiapan yang matang, seluruh potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak awal,” ungkapnya.
Sementara Kabag Ops Satbrimob Polda Kaltim AKP Nugroho Widihyanto menegaskan, seluruh tahapan pengamanan telah direncanakan secara detail demi memastikan kegiatan berjalan tanpa hambatan.
Baca Juga: DKP3 Pastikan Hewan Kurban di Balikpapan Bebas Penyakit Infeksius
“Kami memastikan seluruh SOP pengamanan diterapkan secara ketat mulai dari titik keberangkatan hingga tiba di lokasi tujuan,” sebut Nugroho. Sinergi antarpetugas menjadi faktor utama keberhasilan pengawalan ini sehingga proses pemindahan dapat berjalan aman dan tertib.
Pengawalan narapidana lintas wilayah merupakan salah satu tugas penting yang membutuhkan kesiapan fisik, ketelitian, dan koordinasi tinggi dari aparat keamanan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo