Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Polisi Telusuri Video Remaja Jadi Korban Kekerasan Sadis, Ini Faktanya

M Ibrahim • Senin, 25 Mei 2026 | 18:12 WIB
HOAKS: Tangkapan layar informasi beredar di media sosial seputar kekerasan dialami remaja.
HOAKS: Tangkapan layar informasi beredar di media sosial seputar kekerasan dialami remaja.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Seorang remaja menjadi korban kekerasan sadis, videonya viral di media sosial dan grup WhatsApp. Kasus ini telah dilakukan penyelidikan Polresta Balikpapan. Pesan berantai pada Sabtu, 23 Mei 2026 lalu itu dipastikan bukan peristiwa yang terjadi di Balikpapan.

Informasi yang menyebut seorang anak laki-laki menjadi korban kekerasan sadis di sekitar SMP 8 Balikpapan Timur dinyatakan hoaks oleh kepolisian.

Narasi dalam unggahan tersebut sempat memicu keresahan warga, khususnya masyarakat Kelurahan Manggar dan para orangtua siswa. Bahkan, sejumlah postingan menyebut kejadian itu merupakan aksi pembegalan di Balikpapan.

“Kami telah melakukan pengecekan bersama jajaran Satreskrim setelah video tersebut ramai beredar. Tidak benar di Balikpapan,” terang Kapolresta Balikpapan melalui Kapolsek Balikpapan Timur, AKP M Chusen, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Pemindahan Napi Tanah Grogot ke Samarinda Dikawal Ketat Brimob, Pengamanan Full SOP

Menurutnya, hasil penelusuran memastikan video itu merupakan rekaman lama dari kasus pembunuhan balita yang terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Desember 2024 lalu.

“Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi kepada warga sekitar, tidak ditemukan adanya kejadian sebagaimana yang dinarasikan dalam video tersebut,” jelasnya. Polisi juga memastikan tidak ada laporan tindak kekerasan maupun kasus begal di lokasi yang disebut dalam unggahan viral itu.

AKP Chusen menilai penyebaran informasi palsu semacam ini sangat berbahaya karena dapat memicu kepanikan masyarakat dan membentuk opini negatif terhadap situasi keamanan di lingkungan sekitar.

Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial. “Warga diimbau untuk memastikan kebenaran informasi terlebih dahulu sebelum mempercayai atau membagikannya kepada orang lain,” pesannya.

Baca Juga: Kaltim Keluarkan Setengah Triliun untuk Datangkan Sapi dari Luar

Meski demikian, kepolisian tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama pada malam hari.

Patroli rutin juga terus ditingkatkan oleh jajaran Polsek maupun Polresta Balikpapan di sejumlah titik yang dianggap rawan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#begal Balikpapan #video viral Balikpapan #video kekerasan viral #Balikpapan Timur #polresta balikpapan