KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan tengah menyiapkan usulan lahan Sekolah Rakyat kepada Kementerian Sosial (Kemensos) dengan membidik kawasan Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara sebagai lokasi potensial.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemerataan pembangunan sekaligus menciptakan pusat ekonomi baru di Kota Minyak. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, telah meninjau sejumlah lokasi potensial beberapa waktu lalu.
Salah satu opsi lokasi berada di kawasan rencana sirkuit seluas 76 hektare di Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur.
Baca Juga: Oase Hijau di Tengah Deru IKN, Kisah Agus Setiawan, Pejuang Lingkungan PPU
“Ini merupakan aset Pemkot Balikpapan yang awalnya untuk lokasi sirkuit,” katanya.
Menurut Bagus, lokasi tersebut dapat menjadi opsi pembangunan Sekolah Rakyat di Balikpapan.
“Kita mencoba mengambil sebagian lahan. Mudah-mudahan bisa digunakan untuk usulan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Bagus menjelaskan, kebutuhan lahan untuk Sekolah Rakyat hanya sekitar 7 hektare. Sementara di kawasan Lamaru masih tersedia lahan kosong yang cukup luas dan belum tergarap maksimal.
Saat ini, akses menuju lokasi sekitar satu kilometer sudah berupa jalan beton, sedangkan sisanya sekitar dua kilometer masih berupa jalan tanah. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan kawasan.
Selain Lamaru, opsi lain yang diusulkan ialah kawasan Bumi Perkemahan KM 13.
Baca Juga: Malam Takbiran Iduladha di PPU Aman Kondusif, Polisi Sekat Dua Jalur Utama
“Namun semua opsi ini sifatnya kami mengusulkan lokasi lahan, sedangkan pembangunannya dari Kemensos,” imbuhnya.
Dia menambahkan, lokasi yang nantinya dipilih akan melalui berbagai pertimbangan, mulai dari prioritas pembangunan, kemudahan akses, hingga manfaat bagi perkembangan kota pada masa mendatang.
Pemkot Balikpapan sengaja memprioritaskan wilayah utara dan timur untuk mendorong pengembangan kawasan baru. Apalagi lahan di pusat kota kini semakin terbatas.
“Kini Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara yang akan kami coba kembangkan supaya ada pusat ekonomi baru,” tuturnya.
Menurutnya, kawasan tersebut berpotensi mendukung pengembangan hunian, fasilitas pendidikan, dan kegiatan yang menunjang perekonomian kota.
Selain berpotensi menjadi lokasi Sekolah Rakyat dan sirkuit, Pemkot Balikpapan meyakini kawasan itu dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Minyak.
Akses menuju lokasi juga mulai dibuka. Pemkot Balikpapan akan membantu pembangunan jalan menuju kawasan tersebut, sementara pembangunan fisik Sekolah Rakyat menjadi kewenangan Kemensos. (*)
Editor : Ery Supriyadi