BALIKPAPAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan mengimbau masyarakat untuk beralih menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu guna mengantisipasi lonjakan sampah plastik selama Idul Adha 1447 H / 2026 M.
“Namun beralih menggunakan wadah anyaman dari bambu (besek) atau alternatif tempat lainnya,” kata Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana.
Langkah ini sejalan dengan Perda Balikpapan Nomor 1 Tahun 2019 tentang pengurangan penggunaan produk kemasan plastik sekali pakai. Warga diimbau membawa wadah sendiri atau kemasan yang dapat digunakan ulang atau dikomposkan.
“Kemudian melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah secara mandiri,” tuturnya. Dia meyakini, setiap langkah kecil yang dilakukan bersama akan memberikan dampak besar bagi lingkungan.
Sementara terkait sisa sampah hewan kurban, DLH Balikpapan juga meminta tidak dibuang di TPS, parit, sungai, dan laut. Sampah sisa kurban dipilah dulu sebelum dibuang.
Seperti sisa kotoran jeroan bisa dikubur di tanah. Dia mengingatkan agar tidak ada lagi yang membuang limbah sisa kurban dengan sembarangan. Seperti temuan beberapa tahun lalu di kawasan pesisir pantai.
“Kami minta kerja sama pihak kelurahan dan kecamatan untuk antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tegasnya. Apabila hal tak diinginkan ini terjadi dan tangkap tangan, sanksi sosial sudah menanti.
Selain itu, warga diimbau tetap tertib jam buang sampah ke TPS yakni pukul 18.00 - 06.00 Wita. Dia mengajak dalam momentum perayaaan Idul Adha, semua peduli untuk mengurangi sampah plastik. (*)
Editor : Ismet Rifani