DKP3 Balikpapan Temukan Cacing Hati di 2 Lokasi Kurban, Dagingnya Masih Aman Dikonsumsi?

Dina Angelina • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 17:18 WIB
Kabid Kehewanan dan Peternakan DKP3 Balikpapan drh. Mohamad Bisri
Kabid Kehewanan dan Peternakan DKP3 Balikpapan drh. Mohamad Bisri

BALIKPAPAN - Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan menemukan kasus cacing hati di dua lokasi pemotongan hewan kurban pada hari pertama Idul Adha 2026. 

Meski demikian, pihak berwenang memastikan bahwa secara keseluruhan daging hewan kurban yang beredar di Kota Minyak masih terpantau aman dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Kabid Kehewanan dan Peternakan DKP3 Balikpapan drh. Mohamad Bisri mengatakan, pihaknya memantau di setiap lokasi pemotongan hewan. Hari pertama Idul Adha, laporan petugas pemeriksaan sudah dari 62 lokasi.

“Jumlah hewan yang sudah diperiksa dan terlapor sebanyak 644 ekor. Baik sapi, kambing, dan domba,” katanya. Angka ini akan terus bertambah menunggu seluruh data masuk dari petugas pemeriksa.

Selama masa kurban ini, petugas akan memeriksa post-mortem atau kondisi hewan sesudah dipotong. “Kami periksa dari kondisi organ dalamnya sebelum dibagikan kepada masyarakat,” sebutnya.

Hal yang diantisipasi terutama jika hewan kurban terpapar penyakit, nanti terlihat dari organ dalam yang terdampak. “Total dari 62 lokasi laporan yang masuk, sementara ada temuan di 2 lokasi,” ucapnya.

Khususnya cacing hati, namun tidak perlu khawatir karena hewan kurban masih bisa disalurkan. “Bagian yang terkena cacing hati tinggal disisihkan atau dibuang. Sementara daging lainnya masih aman,” ujarnya.

Bisri menjelaskan, kondisi daging yang tidak boleh dikonsumsi jika ditemukan penyakit kulit menular atau lumpy skin disease (LSD) yang parah sekali. “Biasanya daging sudah tidak layak dimakan,” tuturnya.

Sejauh ini hewan kurban yang beredar masih aman dan layak konsumsi. Jika berkaca Idul Adha tahun lalu, total 486 lokasi pemotongan hewan kurban yang dipantau petugas. Kemungkinan jumlahnya kurang lebih sama.

“Pemantauan post mortem ini akan dilakukan hingga hari tasyrik atau Sabtu,” ucapnya. Bisri menambahkan, sejauh ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Terutama untuk hewan kurban dari peternak lokal.

DKP3 sudah rutin memantau, bukan hanya dalam sebulan terakhir. “Tetapi sudah berbulan-bulan yang lalu karena petugas kami sudah rutin memantau di lapangan,” tutupnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
cacing hati di hewan kurban Mohamad Bisri iduladha 2025 DKP3 Balikpapan