KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Para pengemudi ojek online di Balikpapan menyampaikan berbagai keluhan dan harapan kepada Ditsamapta Polda Kaltim. Di antaranya pencurian kendaraan bermotor di kawasan Projakal Km 5,5 yang dinilai cukup meresahkan masyarakat dan para pekerja transportasi daring.
Selain persoalan curanmor, para ojol juga meminta kepolisian meningkatkan penindakan terhadap aksi begal yang sempat terjadi di sejumlah titik di Balikpapan.
Mereka berharap patroli keamanan dapat lebih ditingkatkan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya pengemudi yang beraktivitas hingga malam hari.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yuliyanto mengatakan program Warung Ojol Kamtibmas merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Baca Juga: Visa AS Belum Terbit, Persiapan Timnas Iran untuk Piala Dunia 2026 Terganggu
“Kami ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat, khususnya rekan-rekan pengemudi ojek online yang setiap hari berada di lapangan dan mengetahui situasi di lingkungan sekitar,” jelasnya.
Setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian. Ia menambahkan, Polda Kaltim bersama jajaran akan terus meningkatkan patroli serta langkah preventif dan represif untuk menekan angka kriminalitas, termasuk tindak pencurian kendaraan bermotor dan aksi kejahatan jalanan di Balikpapan.
Program Warung Ojol Kamtibmas berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan itu diharapkan mampu memperkuat sinergi antara polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo