Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Waspada! Cacing Hati Ditemukan pada Sapi Kurban di Balikpapan, Kenali Ciri-cirinya yang Sering Diabaikan

Dina Angelina • Jumat, 29 Mei 2026 | 17:09 WIB
ILUSTRASI: Hewan kurban masih dipantau hingga setelah pemotongan atau pemeriksaan postmortem tim DKP3. ANGGI PRADITHA/KP
ILUSTRASI: Hewan kurban masih dipantau hingga setelah pemotongan atau pemeriksaan postmortem tim DKP3. ANGGI PRADITHA/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan kembali menemukan adanya daging hewan kurban yang terindikasi mengandung cacing hati.

Bagian hati yang terinfeksi ini pun ditegaskan tidak layak konsumsi dan dilarang keras untuk dibagikan kepada para mustahik.

Berdasarkan laporan tim pengawas hingga Jumat (29/5) pagi, saat ini temuan kasus mencapai lima lokasi. “Cacing hati terdapat pada 7 ekor sapi yang disembelih untuk kurban,” kata Kabid Kehewanan dan Peternakan DKP3 drh. Mohamad Bisri.

Lokasinya tersebar di Balikpapan Utara, Balikpapan Selatan, dan Balikpapan Kota. Dia menjelaskan, cacing hati dari sisi kesehatan manusia tidak perlu terlalu ditekankan.

Baca Juga: Kebakaran Hebohkan Wika Taman Sari, Api Berkobar 30 Menit Hanguskan Dapur dan Gudang

Namun yang pasti, hati yang sudah terkena cacing tidak layak dikonsumsi. “Imbauan kami sebaiknya bagian yang terkena cacing hati ini tidak dibagikan kepada mustahik,” ucapnya. Sebagai bentuk antisipasi risiko,

Penyebab cacing hati bisa dari sisi pemeliharaan. Peternak kemungkinan memberi pakan rumput liar dari daerah rawa berisiko terkena cacing hati. Artinya bukan stok rumput sendiri.

“Cacing hati siklus hidupnya di rawa. Jadi petani yang memberi pakan rumput dari dekat rawa lebih beresiko,” sebutnya. Apalagi kalau peternak menggembala sapi di dekat rawa.

Baca Juga: Warga Damai Balikpapan Heboh, Pria 69 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah

Sehingga sapi berpotensi terpapar cacing hati akan lebih besar. “Kalau dalam kondisi parah, sapi akan mengalami gondongan dan tidak bisa gemuk,” sebutnya. Sementara sapi untuk kurban pasti dipilih yang sehat.

Bisri menegaskan, kondisi daging bagian lain secara umum aman saja. “Karena tempat berkembang cacing hati hanya di area hati saja,” tuturnya. Cukup bagian hati yang dibuang.

Selain faktor makanan sapi, pertumbuhan sapi yang sehat juga harus mendapat pemberian obat cacing secara rutin. “Ini masuk program dasar di peternakan, baik sapi atau hewan lain konsumsi obat cacing,” ungkapnya.

Indikasi hewan yang terdapat cacing hati bisa terlihat dari kondisi fisik. Terutama bulu, ketika diusap menjadi rontok dan menempel. “Bulunya juga kusam dan berdiri. ini merupakan tanda keberadaan cacing lain,” ucapnya.

Cacing bersifat parasit karena makan nutrisi yang dimakan untuk sapi. Selain cacing, masalah penyakit mulut dan kuku (PMK) juga masih menjadi kewaspadaan. Dia mengakui tentu PMK belum 100 persen clear.

Kini masih ditemukan satu atau dua kasus dengan gejala ke arah sana. “Tapi kalau peternak lokal, Insyaallah aman karena mereka aktif lapor. Kalau ada indikasi kami pasti pantau dan tangani langsung,” bebernya.

Sebagai informasi selama Hari Raya Idul Adha, biasanya DKP3 Balikpapan melakukan pemeriksaan postmortem hewan kurban di 450 titik. “Sejauh ini laporan sudah masuk di 260 titik kurban,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#sapi kurban Balikpapan #cacing hati sapi kurban #ciri sapi terkena cacing hati #hewan kurban Iduladha #DKP3 Balikpapan