BALIKPAPAN – Komunitas Insan Cita (KomiC) Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) mulai membidik status sebagai Lembaga Pers Mahasiswa (LPM). Keinginan tersebut muncul setelah para anggota mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan baru dalam kegiatan media visit ke Kaltim Post.
Koordinator Pers Penyiaran KomiC Poltekba, Amrina Ismatun Nabilah mengatakan, kunjungan tersebut membuka pemahaman baru mengenai dunia jurnalistik profesional. Terutama soal pentingnya menjaga akurasi berita, verifikasi data, dan independensi dalam kerja-kerja pers.
“Menulis berita itu harus sesuai fakta dan tidak boleh menambahkan opini pribadi. Kalau ada informasi yang kurang jelas, harus konfirmasi ulang ke narasumber,” ujarnya.
Baca Juga: Lakukan Media Visit ke Kaltim Post, KomiC Poltekba Diajak Mengenal Dunia Jurnalistik
Menurut Amrina, selama ini aktivitas jurnalistik KomiC Poltekba masih lebih banyak dilakukan di lingkungan internal kampus. Peliputan langsung ke lapangan biasanya dilakukan ketika terdapat aksi mahasiswa atau kegiatan tertentu yang dianggap penting untuk diberitakan.
Dalam proses produksi berita, mereka juga masih sering menggunakan referensi dari portal media yang dinilai memiliki sumber terpercaya. Karena itu, kesempatan belajar langsung di media massa dinilai sangat membantu meningkatkan kemampuan anggota dalam memahami teknik penulisan berita yang baik dan benar.
“Media visit ini membantu kami memahami bagaimana struktur penulisan berita, pemilihan kata, sampai aturan dasar jurnalistik,” katanya.
Meski memiliki semangat tinggi, Amrina mengakui aktivitas organisasi pers mahasiswa kerap terkendala jadwal akademik. Tugas kuliah hingga ujian semester sering membuat produktivitas pemberitaan kampus harus menyesuaikan kondisi.
Baca Juga: Kaltim Post Gelar Journalism Boot Camp 2026, Bekali Peserta Skill Jurnalistik dan Media Digital
Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan keinginan KomiC Poltekba untuk berkembang menjadi Lembaga Pers Mahasiswa. Menurutnya, status LPM penting untuk memperkuat independensi sekaligus kredibilitas pers kampus.
Ia menilai pers mahasiswa harus memiliki ruang kebebasan dalam menyampaikan informasi dan aspirasi mahasiswa tanpa adanya intervensi.
“Pers itu kan tujuannya menyuarakan. Kami tidak mau dibungkam atau terlalu dibatasi karena kalau ada intervensi, namanya bukan pers lagi,” tegasnya.
Amrina berharap ke depan seluruh kampus dapat lebih aktif mendukung keberadaan pers mahasiswa sebagai ruang pembelajaran jurnalistik sekaligus wadah penyampaian aspirasi mahasiswa secara independen dan bertanggung jawab.
Editor : Muhammad Ridhuan