BALIKPAPAN – Warga Balikpapan yang ingin terbebas dari ketergantungan kacamata maupun lensa kontak kini memiliki alternatif baru tanpa harus ke luar daerah. Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) resmi meluncurkan Lasik Center dengan teknologi Photorefractive Keratectomy (PRK), layanan koreksi penglihatan berbasis laser pertama di Balikpapan yang menggunakan metode tersebut.
Peluncuran layanan dilakukan dalam rangkaian RSPB Health Expo 2026 di Main Atrium Pentacity, Sabtu (30/5). Selain memperkenalkan layanan baru, RSPB juga menawarkan promo diskon operasi serta pemeriksaan awal gratis bagi masyarakat.
Baca Juga: Puncak El Nino Agustus-September, Bagaimana Nasib Stok Pangan di Balikpapan? Ini Langkah Pemerintah
Dokter Spesialis Mata RSPB, dr. Lilik Sujarwati, menjelaskan bahwa PRK merupakan prosedur koreksi gangguan refraksi menggunakan sinar excimer laser untuk mengatasi rabun jauh (miopia), silinder (astigmatisme), hingga rabun dekat tertentu.
Berbeda dengan metode LASIK konvensional yang memerlukan pembuatan flap atau sayatan pada kornea, teknik PRK dilakukan dengan mengangkat lapisan terluar kornea (epitel) sebelum laser membentuk ulang jaringan kornea di bawahnya.
“Epitel akan tumbuh kembali dalam beberapa hari setelah tindakan,” ujarnya.
Menurut Lilik, metode PRK dapat dilakukan pada pasien dengan minus hingga 15 dioptri, silinder hingga 6 dioptri, dan plus hingga 6 dioptri. Namun keputusan operasi tetap mempertimbangkan hasil pemeriksaan menyeluruh, terutama ketebalan kornea.
Keunggulan utama PRK, lanjutnya, adalah tingkat keamanan yang lebih tinggi bagi pasien dengan kornea tipis yang umumnya tidak memenuhi syarat untuk LASIK standar.
Baca Juga: Hari Lahir Pancasila 2026: Wali Kota Balikpapan Imbau Warga Kibarkan Bendera Satu Tiang Penuh
“PRK masih aman bagi yang memiliki lapisan kornea sangat tipis. Karena tidak membuat flap, risiko komplikasi akibat flap bergeser atau terlipat juga tidak ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, metode ini menjadi salah satu pilihan yang banyak direkomendasikan karena mengurangi potensi komplikasi pascaoperasi yang berkaitan dengan sayatan kornea.
“Sejauh ini PRK termasuk teknik yang sangat aman. Laser hanya bekerja pada permukaan kornea dan lapisan epitel akan kembali tumbuh dalam dua sampai tiga hari,” katanya.
Untuk layanan perdana ini, RSPB menetapkan biaya tindakan sebesar Rp20 juta untuk kedua mata. Khusus periode peluncuran Mei hingga Juni 2026, tersedia potongan harga Rp1 juta serta pemeriksaan pra-skrining gratis senilai Rp1 juta.
Dengan promo tersebut, pasien cukup membayar Rp19 juta yang sudah mencakup tindakan operasi, obat-obatan, dan satu kali kontrol pascaoperasi.
Lasik Center RSPB berlokasi di Gedung A RSPB. Operasi akan dilaksanakan secara terjadwal dengan tindakan perdana direncanakan pada 27 Juni 2026.
Dalam kegiatan soft launching tersebut, pengunjung juga dapat memanfaatkan berbagai layanan pemeriksaan mata gratis, mulai dari pemeriksaan komputerisasi, uji refraksi menggunakan trial lens, pemeriksaan saraf mata melalui funduskopi, hingga skrining pterigium, katarak, glaukoma, dan diabetic retinopathy.
Editor : Muhammad Ridhuan