KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Maraknya informasi yang beredar di media sosial (medsos) terkait dugaan aksi begal di Balikpapan mendapat perhatian dari jajaran kepolisian.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy menegaskan hingga saat ini tidak ada laporan maupun kasus begal yang terjadi di Balikpapan.
Menurutnya, sejumlah peristiwa yang sempat viral di media sosial dan dinarasikan sebagai aksi begal ternyata tidak sesuai dengan fakta hasil penyelidikan kepolisian.
“Perlu kami sampaikan secara resmi bahwa kejadian-kejadian yang selama ini membawa opini seolah-olah terjadi begal di Balikpapan sebenarnya tidak seperti yang masyarakat kira. Berdasarkan data yang kami miliki, tidak ada kasus begal yang dilaporkan di wilayah Balikpapan,” paparnya.
Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Dua Pelaku Curanmor di Balikpapan Dibekuk Polisi
Ia menjelaskan, dalam satu hingga dua hari ke depan Polresta Balikpapan akan merilis hasil pengungkapan beberapa kasus yang selama ini menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Melalui rilis tersebut, kepolisian akan menjelaskan duduk perkara dari sejumlah kejadian yang terlanjur berkembang menjadi isu begal. “Nanti kami akan merilis beberapa kasus yang menjawab kebingungan atau distorsi informasi yang selama ini berkembang,” jelasnya.
Jerrold mencontohkan salah satu peristiwa yang sempat viral di wilayah Soekarno-Hatta KM 9, Balikpapan Utara. Diduga pria orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) membawa senjata tajam.
Setelah dilakukan pendalaman, kejadian tersebut tidak berkaitan dengan aksi pembegalan, melainkan melibatkan seseorang yang mengalami gangguan mental.
Baca Juga: Pelabuhan Feri Penajam PPU Ditutup Sementara 10 Hari, Mulai 5 Juni 2026
Kapolresta mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima maupun membagikan informasi, khususnya yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo