Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Polisi dan Warga di Balikpapan Diganjar Penghargaan Usai Lawan Pria Bersenjata Parang di KM 9

M Ibrahim • Jumat, 5 Juni 2026 | 17:16 WIB
PENGHARGAAN: Personel Polresta Balikpapan dan warga menunjukkan keberanian saat membantu mengamankan seorang pria bersenjata parang di kawasan KM 9, Balikpapan mendapatkan penghargaan.
PENGHARGAAN: Personel Polresta Balikpapan dan warga menunjukkan keberanian saat membantu mengamankan seorang pria bersenjata parang di kawasan KM 9, Balikpapan mendapatkan penghargaan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Apresiasi dan penghargaan diberikan ke sejumlah personel Polresta Balikpapan yang menunjukkan keberanian saat membantu mengamankan seorang pria bersenjata parang di kawasan KM 9, Balikpapan Utara beberapa waktu lalu.

Ini bentuk apresiasi atas dedikasi dan keberanian mereka dalam menjaga keamanan masyarakat, meski harus menghadapi risiko cidera saat bertugas.

“Kami memberikan apresiasi dan penghargaan. Anggota tersebut dalam pelaksanaan tugas hingga terluka saat berupaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” jelas Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold.

Selain anggota polisi, terdapat dua warga yang turut membantu proses pengamanan pria yang sempat diduga sebagai pelaku begal. Namun belakangan diketahui merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

Baca Juga: Kombes Romylus Ungkap Fakta Mengejutkan, Banyak Tahanan Narkoba Tak Lagi Diurus Keluarga

“Masyarakat ikut membantu, saya memberikan apresiasi kepada dua warga mengamankan orang yang awalnya diduga pelaku begal,” tuturnya.

Jerrold menilai tindakan warga yang membantu aparat patut diapresiasi karena dilakukan tanpa tindakan main hakim sendiri.

“Masyarakat sangat peduli terkait bagaimana berhadapan dengan orang-orang yang bermasalah. Sebisa mungkin menghindari segala bentuk tindakan main hakim sendiri,” harapnya.

Kapolresta juga mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada kepolisian apabila menemukan dugaan tindak pidana maupun situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.

Baca Juga: Gegana Brimob Sisir Pelabuhan hingga Jalan Rawan Kejahatan di Balikpapan, Obvitnas Dijaga Ketat

Salah satu warga penerima penghargaan, Panji Rozak, mengaku spontan membantu petugas saat mengetahui adanya situasi darurat yang saat itu dikaitkan dengan isu begal.

“Nekat saja, memang ingin membantu,” jawabnya. Akibat keterlibatannya dalam pengamanan tersebut, Panji mengalami luka sabetan parang pada bagian tangan.

Sementara itu, warga lainnya, Shilvin Abdillah, mengaku terdorong membantu setelah melihat seorang anggota polisi berupaya menghadapi pelaku seorang diri.

“Awalnya ingin membantu karena melihat Pak Arbian sendiri melawan pelaku. Saya membantu mengamankan, tapi terkena sabetan parang di bagian atas dan harus mendapat tujuh jahitan,” ungkapnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#penghargaan polisi Balikpapan #KM 9 Balikpapan #pria bersenjata parang #polresta balikpapan #keamanan balikpapan