BALIKPAPAN - Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Mindanao, Filipina, memicu kemunculan tsunami kecil 0,5 meter di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan mengimbau masyarakat untuk segera menjauh dari aktivitas pantai demi keselamatan.
Gempa terjadi pukul 07.37 WIB atau 08.37 Wita dengan kedalaman 47 kilometer. “Pusat gempa di laut dan ada dasar laut ikut naik. Itu menyebabkan ketidakstabilan air laut yang menimbulkan tsunami kecil 0,5 meter,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan Rasmid.
Berdasarkan data pemodelan tsunami BMKG, terpantau wilayah pantai yang terdampak seperti Ternate, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan pantai timur Kalimantan yakni Kaltara dan Kaltim.
Baca Juga: Dishub PPU Berencana Petakan Potensi Parkir Toko Modern, Jukir Liar Bakal Dibina
Info update dari lapangan, gelombang tsunami sudah sampai Gorontalo, Manado, Biduk-biduk Berau. “Namun tsunaminya tidak besar hanya di bawah 0,5 meter. Mungkin tinggi gelombang 20-30 sentimeter,” bebernya.
Rasmid menegaskan, tsunami kecil ini tidak membahayakan masyarakat. Tetapi pihaknya bersama BPBD dan BMKG Kaltara terus memantau aktifitas yang terjadi di pantai.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjauh dari pantai. Sambil memonitor aktivitas datangnya tsunami di wilayah tersebut,” ungkapnya. Rasmid melihat wilayah Bulungan, Nunukan, Kutim, Bontang, Berau dan Tarakan kemungkinan ikut terdampak.
Meski hasil monitor di lapangan ketinggian gelombang tsunami di bawah 0,5 meter di Kalimantan Timur. Serta ketinggian gelombang hanya 20-30 sentimeter. Hal yang penting masyarakat tidak terkena dan tetap menjauh dari wilayah pantai.
“Karena walaupun gelombang 0,5 meter, kalau berada di pantai berbahaya juga. Energinya jauh lebih besar daripada gelombang biasa yang diakibatkan oleh dinamika atmosfer,” tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki