KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Bencana kebakaran menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan. Sebab sepanjang Mei 2026 telah terjadi 14 kasus.
“Ada 5 kasus kebakaran bangunan, 8 kejadian kebakaran lainnya, serta 1 kejadian banjir atau genangan,” ungkap Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali.
Sementara itu, tidak tercatat adanya kejadian cuaca ekstrem, angin kencang maupun pergerakan tanah atau longsor. Ancaman kebakaran masih menjadi risiko utama yang harus diantisipasi warga, terutama di kawasan permukiman yang padat penduduk.
“Tidak ada kebakaran lahan dan bencana besar lainnya, kami tidak boleh lengah karena potensi kebakaran bangunan dan kebakaran lainnya masih cukup tinggi,” jelasnya.
Baca Juga: Polwan Propam Polda Kaltim Sambangi Pekerja Karet di Lamaru, Salurkan Bantuan untuk 50 Warga
Sebagian besar kebakaran yang terjadi dipicu oleh faktor kelalaian manusia, gangguan instalasi listrik, hingga penggunaan peralatan rumah tangga yang kurang memperhatikan aspek keselamatan.
“Masyarakat diharapkan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah. Jangan menggunakan kabel yang sudah rusak atau sambungan listrik yang berlebihan karena potensi penyebab kebakaran,” paparnya.
Upaya pencegahan menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi. Pihaknya telah gelar 36 kegiatan pelayanan masyarakat selama Mei 2026. Pelayanan tersebut meliputi berbagai respons kedaruratan dan bantuan kepada warga yang membutuhkan penanganan cepat.
Baca Juga: Pengurus PWI Paser 2026–2029 Resmi Dilantik, Najib Soroti Tantangan Pers di Era AI dan Media Sosial
Ia juga mengajak seluruh warga untuk aktif berpartisipasi dalam upaya mitigasi bencana dengan segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Menghadapi potensi bencana pada bulan-bulan berikutnya, BPBD Kota Balikpapan akan terus melakukan pemantauan dan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo