Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Wali Kota Balikpapan Lepas 80 Tukik Penyu Lekang di Pantai DEB, Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Pesisir

Dina Angelina • Senin, 8 Juni 2026 | 20:32 WIB
Momen pelepasan 80 ekor tukik penyu lekang di Pantai DEB Balikpapan pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Senin (8/6).
Momen pelepasan 80 ekor tukik penyu lekang di Pantai DEB Balikpapan pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Senin (8/6).

KALTIMPOST.ID-Sebanyak 80 ekor tukik atau anak penyu lekang dilepasliarkan di Pantai Damba Enggang Borneo (DEB) Balikpapan pada Senin (8/6).

Aksi pelestarian satwa langka itu diinisiasi oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus menjaga ekosistem pesisir Kota Minyak.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud hadir melepas langsung tukik di pantai. Dia mengapresiasi kegiatan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat ikut melestarikan biota laut yang ada di pesisir Balikpapan.

“Ternyata tidak hanya beruang madu, ada biota laut yang langka di dunia yaitu penyu lekang juga berada di Balikpapan. Salah satu hewan dilindungi,” ujarnya kepada awak media.

Baca Juga: DPRD Berau Minta Pembangunan Infrastruktur di Maratua Tak Hanya Fokus pada Rehabilitasi Jalan

Menurutnya tentu sudah sepatutnya masyarakat berbangga dengan keberadaan tukik lekang. Maka seluruh warga Kota Balikpapan diimbau untuk melestarikan penyu jenis tersebut.

“Kita bersama melepas tukik atau anak penyu lekang sebagai upaya penyelamatan. Semoga habitat mereka terjaga dan lestari di wilayah pesisir Balikpapan,” tuturnya.

Rahmad berpesan kepada nelayan, khususnya yang menggunakan alat tangkap. “Kalau menangkap dengan alat ini, jangan sampai penyunya ikut terjaring agar terjaga,” tegasnya.

Menurutnya sebagai kota pesisir yang memiliki garis pantai panjang dan kekayaan ekosistem laut yang luar biasa. Balikpapan memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut.

Laut bukan hanya sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir. Melainkan penopang ekonomi, sumber pangan, jalur transportasi, dan bagian penting dari keseimbangan ekosistem bumi.

“Upaya konservasi seperti ini harus menjadi gerakan yang berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Balikpapan terus berkomitmen mendukung berbagai program pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Antrean BBM di Berau Bikin Macet, Dishub Siagakan Pos Jaga di SPBU Bujangga

Dia menyadari, upaya ini membutuhkan dukungan seluruh pihak. Rahmad mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum memperkuat budaya peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membuang sampah ke sungai dan laut, menjaga kebersihan pantai.

“Serta mendukung kegiatan konservasi bentuk kontribusi nyata yang dapat dilakukan oleh setiap orang,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua JMSI Balikpapan David Purba menuturkan, pelepasan tukik penyu ini dengan harapan mereka kembali ke alam dan menjaga kelestarian habitat.

“Kita semua sepakat melestarikan alam termasuk penyu lekang yang semakin langka,” tuturnya. Namun dia berharap pemerintah daerah juga memberi perhatian terhadap kondisi pesisir.

Seperti pemberian jaring apung agar menangkap sampah rumah tangga maupun perusahaan tidak langsung terbuang ke sungai dan laut. “Itu bisa merusak area penyu bertelur di kawasan pantai ini,” tutupnya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #Gubernur Kaltim Rudi Masud #kelestarian lingkungan #Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud #Kutai Barat