BALIKPAPAN – Proyek reklamasi dan pembangunan infrastruktur buatan di pesisir pantai menjadi ancaman terbesar bagi populasi penyu. Termasuk penyu lekang yang semakin langka. Balikpapan menjadi salah satu lokasi keberadaan penyu lekang.
Pembangunan di sepanjang pantai dapat merusak habitat alami penyu untuk bertelur. Pengawas Perikanan DKP3 Kota Balikpapan, Hery Saputro menjelaskan, penyu hanya bertelur di kondisi pantai yang dibiarkan alami dengan pasir yang lembut dan putih.
Tentu akan sulit jika mereka mengalami gangguan. "Misalnya ada proyek reklamasi, disemen, dipasang barikade, atau pelindung pantai buatan, penyu tidak akan mau naik lagi," ujarnya.
Selain reklamasi, identifikasi ancaman juga datang dari pencemaran laut dan aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Itu berpengaruh terhadap keberlanjutan biota laut di perairan Balikpapan.
Kini, pemerintah mendorong kelompok nelayan tangkap untuk mengaplikasikan alat pelindung penyu atau Turtle Excluder Device (TED) pada jaring. "Antisipasi penyu mati akibat tidak sengaja tersangkut jaring," tuturnya.
Hery menjelaskan, enam dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia terdapat di Indonesia. "Sementara tiga jenis di antaranya sering ditemukan di kawasan pesisir Balikpapan," sebutnya.
Di antaranya, penyu lekang yang berstatus rentan (vulnerable), penyu hijau berstatus terancam punah (endangered), dan penyu sisik berstatus kritis (critically endangered).
Ketiga jenis penyu ini masuk dalam kategori satwa yang dilindungi penuh sesuai peraturan Kementerian Lingkungan Hidup. "Secara internasional, semua spesies penyu masuk dalam Apendiks I CITE atau dilarang keras untuk diperdagangkan," tegasnya.
Apalagi penyu memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Fungsinya memakan ubur-ubur, menjaga populasi spons yang bisa mengganggu pertumbuhan terumbu karang, menyuburkan padang lamun dan rumput laut.
Berdasarkan pantauan DKP3 Balikpapan, tercatat ada 65 ekor penyu yang pernah diselamatkan di perairan Kota Balikpapan. Populasi dominasi oleh penyu lekang. Sisanya 8 ekor penyu hijau dan 2 ekor penyu sisik.
Beberapa titik pantai alami yang menjadi lokasi pendaratan penyu untuk bertelur. Yakni Pantai Damba Enggang Borneo, Pantai Seraya, Pantai APN - Brimob Polda Kaltim, dan Pantai Manggar. (*)
Editor : Sukri Sikki