Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Harga Bahan Pokok di Balikpapan Naik, Ini Pemicu Utamanya  

Dina Angelina • Senin, 15 Juni 2026 | 12:07 WIB
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Balikpapan, Muhammad Anwar. (ANGGI PRADITHA/KP)
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Balikpapan, Muhammad Anwar. (ANGGI PRADITHA/KP)

 

KALTIMPOST.ID, ​BALIKPAPAN – Harga bahan pokok di Kota Balikpapan mulai merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir. Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan mengungkapkan lonjakan ini dipicu oleh ketergantungan pasokan dari luar daerah yang mencapai 90 persen, ditambah kendala jalur distribusi.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Muhammad Anwar mengatakan, faktor mempengaruhi harga hingga ke masyarakat bisa terjadi dari sisi hulu hingga hilir distribusi.

“Seperti kondisi gagal panen atau kebijakan pemerintah dalam menetapkan harga gabah kering,” katanya. Itu merupakan faktor dari sisi hulu.

Sedangkan untuk faktor hilir tergantung situasi dan kondisi pengiriman. Mulai dari kendala cuaca buruk, harga kemasan plastik, dan bahan bakar minyak (BBM) yang mengalami kenaikan. 

“Khususnya bagi kendaraan yang menggunakan Dexlite,” sebutnya. Sebab melihat antrean panjang solar subsidi butuh waktu berhari-hari dan akhirnya mengganggu distribusi.

Kenaikan harga Dexlite sangat terasa hingga Rp 10 ribu per liter. Bagaimanapun kondisi geopolitik berpengaruh. Serta faktor biaya kargo atau pengangkutan.

Biasa barang turun di Kaltim Kariangau Terminal (KKT) untuk komoditas dari Jawa. Sementara barang dari Sulawesi melalui kapal RoRo.

“Kalau sekarang faktornya lebih ke hulu yakin penetapan harga gabah. Serta di bagian hilir,” sebutnya. Anwar menambahkan, kini pengusaha Balikpapan berharap ada penambahan titik solar subsidi.

Mengingat ada perbedaan harga yang jauh sekali antara biosolar dan Dexlite. Namun dia mengimbau warga tidak perlu panik. Ketika bahan pokok mengalami kenaikan biasanya digelar pasar murah sebagai bentuk intervensi stabilisasi harga.

Sementara untuk pengawasan lebih lanjut melalui tim khusus. “Tim sapu bersih jaga harga mutu dan keamanan pangan terdiri dari Satgas Pangan Polda Kaltim, DKP3,  Dinas Perdagangan, dan pihak terkait lainnya,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#pasokan #harga #bahan pokok #dinas perdagangan #balikpapan