KALTIMPOST.ID-Massa demonstran dari Aliansi Balikpapan Bergerak (Barak) menolak mundur dari kantor DPRD Balikpapan, Senin (15/6).
Mereka menuntut kehadiran langsung Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri untuk memberikan solusi konkret atas tuntutan mereka.
Keduanya dianggap sebagai pemangku kebijakan yang dapat memberi kepastian solusi. Diskusi sempat alot selama tuntutan tidak diterima. Mahasiswa beralasan sudah kerap merasakan pola yang sama beberapa kali.
Jika yang menerima aksi bukan pimpinan langsung, melainkan hanya perwakilan. Sehingga tidak ada solusi konkret yang bisa diambil. Mahasiswa sepakat menjaga kondusivitas, namun berharap ada komitmen bersama.
Baca Juga: Sinkretisme Agung Mataram: Menjaga Jangkar Budaya 1 Suro dan 1 Muharram
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Yono Suherman mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan ketua DPRD Balikpapan, wali kota Balikpapan, dan general manager Pertamina.
“Mereka bisa hadir audiensi atau apapun hari Kamis jika teman-teman masih berkenan menemui karena pimpinan baru pulang besok,” ungkapnya. Alwi dikabarkan absen karena kondisi tidak sehat dan berada di luar kota.
Pihaknya juga menawarkan jika aliansi mahasiswa ingin audiensi di dalam Kantor DPRD Balikpapan. “Namun yang bisa masuk mungkin hanya perwakilan sesuai kapasitas ruangan,” tutupnya. (rd)
Editor : Romdani.