KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Kalimantan Timur akan diguyur hujan pada Selasa (16/6/2026). Kota Balikpapan menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami hujan sejak pagi hingga malam hari.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Iwan Munandar, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi adanya konvergensi angin di wilayah utara Kalimantan Timur.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, konvergensi angin tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan di sejumlah daerah.
Pada pagi hari, cuaca diprakirakan didominasi kondisi berawan di hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Namun, Balikpapan berpotensi mengalami hujan lebih awal dibandingkan daerah lainnya.
Memasuki siang hari, hujan diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur. Sementara itu, wilayah Kutai Barat, Paser, dan Berau diperkirakan tidak mengalami hujan pada periode tersebut.
“Selanjutnya pada siang hari diprediksi hujan di wilayah Kalimantan Timur, kecuali wilayah Kutai Barat, Paser, dan Berau,” ujar Iwan.
Pada malam hari, hujan masih berpotensi terjadi di Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Mahakam Ulu.
Adapun pada Rabu dini hari (17/6/2026), kondisi cuaca diprakirakan kembali didominasi awan di hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur.
“Serta dini hari 17 Juni diprediksi berawan hampir di seluruh wilayah Kalimantan Timur,” jelasnya.
Baca Juga: Gagal SNBT? Simak Daftar PTN yang Masih Buka Pendaftaran Mandiri hingga Juli 2026
Selain prakiraan cuaca harian, BMKG juga mengingatkan adanya potensi lahan mudah terbakar dalam sepekan ke depan. Risiko tersebut diperkirakan meningkat pada periode 18 hingga 21 Juni 2026.
Di sektor perairan, tinggi gelombang di wilayah Kalimantan Timur secara umum diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1 meter. Kondisi tersebut masuk kategori tenang hingga rendah.
“Prakiraan tinggi gelombang di sepanjang wilayah Kalimantan Timur secara umum berkisar antara 0,5 hingga 1 meter dengan kategori tenang hingga rendah,” ungkapnya.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan rawan bencana, agar terus memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi Info BMKG maupun kanal media sosial resmi BMKG Kaltim untuk mengantisipasi dampak cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (*)
Editor : Ery Supriyadi