Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Diklat SPPI Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih Dibuka, Kodam VI/Mulawarman Siapkan SDM Penggerak Ekonomi Masyarakat

Romdani. • Rabu, 17 Juni 2026 | 19:55 WIB
Brigjen Andy Setyawan dalam Diklat SPPI di Lapangan Dodikjur Kodam VI/Mulawarman, Rabu (17/6). 

 
Brigjen Andy Setyawan dalam Diklat SPPI di Lapangan Dodikjur Kodam VI/Mulawarman, Rabu (17/6).   

KALTIMPOST.ID-Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih resmi dibuka di Lapangan Dodikjur Kodam VI/Mulawarman, Rabu (17/6).

Program itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.

Pembukaan diklat dilakukan Kasdam VI/Mulawarman Brigjen Andy Setyawan mewakili Pangdam VI/Mulawarman.

Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi ketahanan bangsa.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan.

Baca Juga: Warga Intu Lingau dan Lakan Bilem Desak Pemerintah Pusat Evaluasi Izin HGU dan Kawasan Kehutanan di Kubar

Ketidakpastian ekonomi global, ancaman ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik dunia menuntut hadirnya masyarakat yang tangguh dan mampu mengelola potensi daerah secara mandiri.

“Ketahanan nasional tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga didukung ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, dan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya yang dimiliki secara produktif dan berkelanjutan,” ujar Andy.

Melalui program SPPI, pemerintah berupaya mencetak generasi muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Para peserta akan menjalani pendidikan yang memadukan pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, dan pembinaan fisik.

Selama masa pelatihan, peserta dibekali Latihan Dasar Kemiliteran dengan metode Tripola Dasar yang meliputi pembinaan sikap dan perilaku, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta pembinaan jasmani.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang disiplin, tangguh, dan adaptif menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Baca Juga: Parah! Polres Berau Bongkar Peredaran Sabu-Sabu Seberat 8 Kilogram yang Diduga Dikendalikan dari Lapas Tarakan, Empat Pelaku Turut Diringkus

Selain itu, peserta juga akan memperoleh pembekalan khusus mengenai pengelolaan koperasi dan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.

Materi tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengelola potensi ekonomi lokal, khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan pesisir.

Kasdam juga menyampaikan lima pesan kepada seluruh peserta, yakni mengikuti pelatihan secara disiplin dan bertanggung jawab, menanamkan nilai integritas dan nasionalisme, mengembangkan pola pikir kritis dan inovatif, membangun jiwa kepemimpinan yang melayani, serta menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari selesainya proses pendidikan, tetapi juga dari kemampuan para lulusan dalam menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mendorong kemajuan ekonomi masyarakat.

“Saya percaya para peserta mampu menjadi generasi pelopor yang berkontribusi dalam memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan,” ucapnya.

Melalui program ini, diharapkan lahir sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu memperkuat koperasi desa, memberdayakan masyarakat pesisir, serta menjadi penggerak pembangunan ekonomi daerah yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (rd)

Editor : Romdani.
#Kampung Nelayan Merah Putih #ibu kota nusantara #Koperasi Merah Putih #Kodam mulawarman #Kutai Barat