Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bamboe Wanadesa Balikpapan, dari Inisiatif Warga Saat Pandemi Covid-19 Menjadi Destinasi Ekowisata Edukatif Nasional

Maulidya Dipita Anggreani • Kamis, 18 Juni 2026 | 18:05 WIB
Ekowisata Bamboe Wanadesa yang berdiri di Balikpapan Utara. (FOTO MAULIDYA DIPITA ANGGREANI/KP)
Ekowisata Bamboe Wanadesa yang berdiri di Balikpapan Utara. (FOTO MAULIDYA DIPITA ANGGREANI/KP)

KALTIMPOST.ID-Deretan bambu yang tumbuh rapi di tepian Waduk Manggar, Balikpapan kini menjadi pemandangan yang akrab bagi para pengunjung Ekowisata Bamboe Wanadesa.

Sulit membayangkan kawasan yang kini ramai dikunjungi wisatawan itu lahir dari kegelisahan warga saat pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu.

Pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahun 2020, banyak warga sekitar yang terdampak pengurangan aktivitas kerja. Di tengah keterbatasan tersebut, mereka mencari cara agar tetap produktif.

Berawal dari kegiatan membersihkan kawasan hutan di sekitar Waduk Manggar, perlahan muncul gagasan untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi ruang bersama yang bermanfaat bagi masyarakat.

Upaya yang dimulai secara swadaya itu kemudian berkembang menjadi sebuah destinasi ekowisata. Di antara hamparan hijau pepohonan dan perairan waduk yang menjadi sumber air baku PDAM Balikpapan, Bamboe Wanadesa tumbuh sebagai kawasan wisata berbasis edukasi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Minat Tenis di Kalangan Anak dan Remaja Balikpapan Masih Jadi Pekerjaan Rumah, Pembinaan Atlet Muda Hadapi Tantangan

Ketua Ekowisata Bamboe Wanadesa Murdi mengatakan kawasan tersebut mulai diluncurkan pada 2021. Setelah melalui proses pengembangan dan pengurusan legalitas, Bamboe Wanadesa akhirnya diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2023.

“Sejak awal kami berpikir bagaimana agar usaha ini memiliki legalitas yang jelas. Kami berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan hingga akhirnya memperoleh surat keputusan dan diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo tahun 2023,” ujarnya.

Keberadaan Bamboe Wanadesa kini semakin dikenal luas. Dalam sebulan, kawasan tersebut mampu menarik sekitar 2.000 pengunjung.

Tidak hanya wisatawan lokal, sejumlah tamu dari berbagai daerah dan mancanegara juga pernah berkunjung ke lokasi tersebut.

Menurutnya, sejumlah duta besar dari lima negara pernah hadir untuk melakukan penanaman bambu. Selain itu, kawasan tersebut juga menerima kunjungan kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Bamboe Wanadesa tidak hanya menawarkan wisata alam. Pengelola juga mengembangkan berbagai program edukatif, seperti studi banding dan outing class.

Pengunjung dapat belajar mengenal berbagai jenis bambu, mengikuti pelatihan menganyam, hingga membawa pulang produk kerajinan sebagai suvenir.

Baca Juga: IEE Series Balikpapan 2026 Perdana Digelar di Luar Jawa,  Hadirkan 100 Perusahaan dan 200 Merek dari 10 Negara, Didukung Pembangunan IKN

Sejumlah fasilitas juga tersedia untuk mendukung aktivitas pengunjung. Mulai gazebo, panggung terbuka untuk kegiatan komunitas dan gathering, hingga kapal wisata yang dapat digunakan menyusuri kawasan Waduk Manggar.

Murdi menuturkan, manfaat terbesar dari keberadaan ekowisata tersebut adalah dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar. Sejumlah warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap kini terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata.

“Ada yang bertugas mengoperasikan kapal, membantu pengamanan kawasan, hingga ibu-ibu yang bekerja sebagai petugas kebersihan. Jadi manfaatnya langsung dirasakan masyarakat sekitar,” katanya.

Ke depan, pengelola berencana memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pendampingan wisata, bank sampah, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis lingkungan.

Murdi mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata. Menurutnya, semangat menjaga lingkungan menjadi fondasi utama lahirnya Bamboe Wanadesa.

Terlebih kawasan tersebut berada di sekitar Waduk Manggar yang menjadi sumber air bersih bagi masyarakat Balikpapan.

“Kebersihan adalah awal kami mengelola tempat ini. Kami berharap seluruh pengunjung ikut menjaga kebersihan agar kawasan wisata dan waduk tetap terpelihara,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
#Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud #pandemi covid 19 #Waduk Manggar Balikpapan #ekowisata Balikpapan #Kutai Barat