BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mempersiapkan tiga lokasi strategis untuk memfasilitasi nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.
Langkah ini menindaklanjuti imbauan Menteri Dalam Negeri agar pemerintah daerah menyediakan nobar sebagai sarana hiburan masyarakat, penguatan kebersamaan, penggerak ekonomi lokal dan UMKM.
Salah satu tahapan yang telah dilakukan mengajukan perizinan dan lisensi penayangan kepada TVRI. “Kami melakukan pengecekan dan penguatan infrastruktur pendukung,” kata Kepala Diskominfo Erriansyah Haryono.
Misalnya ketersediaan jaringan internet, kesiapan videotron, dan sarana penunjang lainnya. Sehingga kegiatan nobar dapat berjalan dengan baik dan nyaman bagi masyarakat.
Dia menjelaskan, rencananya ada tiga lokasi yang bakal menjadi titik nobar. Di antaranya Taman Tiga Generasi Balikpapan Selatan, Taman Bekapai Balikpapan Kota, dan area Halaman Stadion Batakan Balikpapan Timur.
“Lokasi-lokasi ini dipilih karena memiliki ruang publik yang memadai dan akses yang cukup baik, aman, dan nyaman,” ujarnya. Ketiga lokasi ini dapat menampung masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan bersama.
“Ada fasilitas videotron milik pemerintah dan mudah diakses masyarakat,” tuturnya. Selain itu, ketiga lokasi terpilih merupakan ruang berkumpul yang telah dikenal masyarakat.
Harapannya dapat mendukung terciptanya suasana kebersamaan selama penyelenggaraan nobar. Namun untuk jadwal pertandingan yang ditayangkan akan disesuaikan dengan jadwal resmi Piala Dunia.
Kemudian mempertimbangkan aspek teknis, keamanan, dan antusiasme masyarakat. “Pengaturan waktu pelaksanaan nobar masih dalam tahap pembahasan,” sebutnya.
Pemkot Balikpapan mempertimbangkan berbagai aspek dalam penyelenggaraan nobar. Mengingat waktunya banyak berjalan pada dini hari atau subuh. Dari sisi keamanan, kenyamanan, kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
“Keputusan mengenai pertandingan yang ditayangkan pada jam tertentu akan disesuaikan dengan hasil evaluasi,” imbuhnya. Jadwal akan disampaikan menyusul ketika sudah ada evaluasi.
Erri menuturkan, penyelenggaraan kegiatan publik seperti nobar memerlukan koordinasi lintas perangkat daerah sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak.
“Misalnya komunitas sepak bola dan elemen masyarakat lainnya untuk menyukseskan nobar,” tuturnya. Dia berharap kegiatan nobar menjadi sarana hiburan. Sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut ajang olahraga dunia.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan selama kegiatan berlangsung,” sebutnya. Nobar menjadi kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi semua pihak. (*)
Editor : Ismet Rifani