KALTIMPOST.ID-Di balik rimbunnya pepohonan bambu, Ekowisata Bamboe Wanadesa Balikpapan menyimpan kenangan kampung yang hilang pada namanya.
Nama Wanadesa pada tempat wisata ini diambil dari kampung yang merupakan kampung pertama di Jalan Giri Rejo, Balikpapan Utara.
Diisi oleh para transmigran dari Pulau Jawa, kampung ini harus menghilang dari peradaban akibat dari peninggian Waduk Manggar.
“Dinamakan Wanadesa karena hutan di area sini dulunya merupakan lahan kampung. Kampung ini adalah kampung pertama di daerah sini, sebelum adanya Kampung Pati, Kampung Semarang, dan kampung lainnya,” ucap Ketua Ekowisata Bamboe Wanadesa Murdi.
Lahan para warga kemudian diganti rugi oleh perumda, imbas dari proyek peninggian waduk tersebut, dan warga kemudian berpindah ke kawasan lain.
“Ada proyek peninggian Waduk Manggar, akhirnya tahan sekitar sini diganti rugi oleh Perumda, termasuk daripada hutan ini,” Lanjutnya.
Warga yang sama-sama membangun wisata ini kemudian memberi nama Wanadesa, karena mereka ingin mengenang, sekaligus juga merasa terikat dengan area tersebut yang dulunya adalah kampung mereka.
“Kami membikin nama Wanadesa ini agar terikat, terkenang, dan tidak meninggalkan jejak Kampung Wanadesa,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.