KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan penambahan kuota penyaluran BBM jenis Pertalite di Balikpapan hingga 23,8 persen. Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat yang beralih dari Pertamax pasca-kenaikan harga komoditas tersebut menjadi Rp 16.650 per liter.
Sebelum kenaikan harga selama 1-9 Juni 2026, penyaluran Pertalite mencapai 141 kiloliter (KL) untuk 8 SPBU. Sementara sejak 10 Juni 2026 sampai saat ini, realisasi penyaluran Pertalite mencapai 175 KL per hari.
“Kuota penyaluran Pertalite naik sekitar 23,8 persen. Itu sekitar 33 KL atau 33.000 liter per hari,” kata Sales Area Manager Retail Kaltimut Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Narotama Aulia Fahjri.
Dia menjelaskan, peningkatan konsumsi Pertalite karena faktor harga Pertamax naik hingga Rp 16.650 per liter di Balikpapan. “Sehingga banyak yang beralih ke Pertalite dan kami melakukan penyesuaian kuota,” sebutnya.
Lebih lanjut, saat ini memang hanya 8 dari 20 SPBU di Balikpapan yang mendapat kuota penyaluran Pertalite. Sementara tuntutan mahasiswa dari aksi demo terakhir, Pertalite bisa tersedia di semua SPBU.
Tentu tidak semua SPBU memiliki kuota BBM bersubsidi, Pertalite maupun Biosolar. Pihaknya sebagai operator hanya menjalankan penyaluran sesuai ketetapan dari setiap SPBU.
“Kami tidak mungkin menyalurkan BBM bersubsidi ke SPBU yang tidak memiliki kuota tersebut,” tuturnya. Mengingat ini merupakan barang subsidi, ada regulasi yang mengatur sesuai kuota yang ditetapkan.
Baca Juga: Amankan Jalur Padat Industri Kukar–Samarinda, BBPJN Kaltim Bangun Cross Drain di Jembayan
Berdasarkan data Pemkot Balikpapan per 7 Juni 2026, kuota Pertalite di Balikpapan untuk sepanjang tahun ini sebesar 51.527 KL. Saat ini realisasi kuota Pertalite baru mencapai 22.568 KL.
“Posisinya masih over 1,2 persen dari yang seharusnya. Masih ada sisa kuota 28.959 KL untuk enam bulan mendatang,” ungkap Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
Termasuk kuota Biosolar sebesar 28.170 KL pada 2026. Tercatat realisasi kuota sudah berjalan 13.777 KL. Tersisa 14.393 KL atau posisi over 13 persen. “Jadi tidak perlu khawatir sampai akhir tahun kuota Insyaallah aman,” tandasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki