KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan tengah mengkaji ulang distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di kawasan Balikpapan Timur setelah adanya tuntutan dari kalangan mahasiswa.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengungkapkan bahwa keterbatasan akses jalan menjadi kendala utama belum tersedianya Pertalite di wilayah tersebut, untuk menghindari kemacetan yang lebih parah di jalur wisata.
Seperti diketahui, saat ini hanya 8 dari 20 SPBU yang mendapat kuota penyaluran Pertalite. “Hari ini (19/6) saja, tidak ada kendaraan antre Pertalite di SPBU, jalanan di Balikpapan Timur sudah macet,” ungkapnya.
Baca Juga: Soal Temuan 13 Sumur Migas, Menteri Transmigrasi Bakal Pastikan Tak Ada Masyarakat Terdampak
Kemacetan ini berdampak ke berbagai hal. Seperti kelancaran aktivitas ekonomi, permasalahan sosial, dan lainnya. “Tapi kami akan coba kaji dulu dengan Dinas Perhubungan untuk rekayasa lalu lintas,” tuturnya.
Pihaknya perlu melihat situasi dan pertumbuhan yang ada di Balikpapan Timur. “Bukan berarti tidak boleh, kami kaji dulu lebih banyak manfaat atau mudaratnya,” imbuhnya.
Baca Juga: Imbas Harga Pertamax Naik, Kuota Pertalite di Balikpapan Ditambah 23 Persen
Kecuali jika pemerintah pusat berkomitmen akan melebarkan jalan. Mengingat Jalan Mulawarman berstatus jalan nasional. Pihaknya mempertimbangan lagi distribusi Pertalite di Balikpapan Timur.
Namun solusi dalam waktu dekat, Rahmad menuturkan tahun ini akan dua SPBU baru yang akan buka. Termasuk perbatasan Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur di Jalan Mukmin Faisyal.
Harapannya penambahan SPBU nanti bisa memecah antrean di SPBU yang ada sekarang. “Namun kami masih pikirkan dan cari investor, karena biaya investasi juga cukup besar,” tandasnya. (*)
Editor : Duito Susanto