Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

DPRD Balikpapan Pastikan Tak Ada Pansus RS Sayang Ibu, Ini Alasannya ​

Dina Angelina • Jumat, 19 Juni 2026 | 17:45 WIB
 Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri
 Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri

BALIKPAPAN – DPRD Balikpapan memastikan tidak akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawal pembangunan RS Sayang Ibu Balikpapan Barat. Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengungkapkan bahwa hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah keluar dan menyatakan proyek tersebut bersih dari temuan masalah.

Kejelasan pembangunan RS Sayang Ibu Balikpapan Barat menjadi salah satu tuntutan mahasiswa. Mereka mempertanyakan kenapa legislatif tak kunjung membuat pansus. 

Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan, masalah pansus sudah diusulkan oleh empat fraksi secara bertahap sejak Januari hingga April 2026. Kala itu, dia berkoordinasi dengan Inspektorat. 

Namun informasinya proyek ini sudah dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Seyogyanya status BPK ini jauh lebih tinggi dari pansus dan kami menunggu hasil audit,” ujarnya.

Alwi mempertimbangkan efektivitas dari pembentukan pansus ketika BPK sudah turun melakukan audit. “BPK sebagai lembaga tertinggi, jadi akan sia-sia kami melakukan pansus,” katanya. 

Apalagi pansus membutuhkan biaya seperti konsultasi ke kementerian. Menurutnya kalau pun ternyata hasil pansus dan BPK berbeda yang dipakai tentu hasil BPK. 

“Makanya kami menunggu kami menunggu hasil audit BPK. Alhamdulillah hasilnya sudah keluar tidak ada temuan masalah,” ujarnya. Alwi merasa tidak perlu ada pansus dari legislatif. 

“Saya meyampaikan kepada fraksi-fraksi bahwa kita tidak perlu pansus dan mereka juga memahami hal ini. Bahwa BPK jauh lebih tinggi daripada pansus,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Usulan Pansus Mental #dprd balikpapan #alwi al qadri ketua dprd balikpapan #RS Sayang Ibu Balikpapan Barat