BALIKPAPAN – Permainan Beyblade kembali menjadi tren di kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Melihat tingginya minat tersebut, Komunitas Beyblade Balikpapan hadir sebagai wadah bagi para penggemar untuk berkumpul, berbagi pengalaman, dan mengembangkan hobi bersama.
Komunitas yang berdiri sejak 2024 itu kini telah memiliki sekitar 70 anggota. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia dengan mayoritas berdomisili di Kota Balikpapan.
Ketua Komunitas Beyblade Balikpapan, Bagus, mengatakan komunitas ini dibentuk dengan tujuan menghadirkan aktivitas yang dapat dinikmati oleh semua kalangan tanpa batasan usia.
“Tujuan terbentuknya komunitas ini karena saya ingin mencari permainan yang bisa dimainkan semua umur. Karena yang saya lihat kebanyakan hobi-hobi itu hanya bisa dimainkan oleh kelompok umur tertentu,” ujarnya.
Menurut Bagus, salah satu keunggulan Beyblade adalah kemudahan dalam memainkannya. Pemain tidak memerlukan keterampilan khusus yang rumit untuk mulai bermain. Cukup merakit Beyblade dan meluncurkannya ke arena, permainan sudah dapat dinikmati.
Ia menjelaskan, hasil pertandingan lebih banyak ditentukan oleh strategi pemain dalam memilih kombinasi komponen Beyblade yang digunakan. Setelah berada di arena, jalannya permainan berlangsung secara dinamis dan tidak bisa dikendalikan secara langsung oleh pemain.
“Kalau Beyblade tidak perlu. Jadi beli, racik, sudah bisa main, sudah bisa langsung jago untuk Beybladenya,” katanya.
Bagus mengaku telah mengenal Beyblade sejak duduk di bangku sekolah dasar. Meski sempat mengalami penurunan popularitas selama beberapa tahun, permainan tersebut kembali diminati setelah hadirnya seri terbaru Beyblade X.
Menurutnya, kemunculan generasi terbaru itu berhasil menarik perhatian para pemain lama sekaligus mengenalkan Beyblade kepada generasi baru.
Selain menggelar berbagai kegiatan dan turnamen, komunitas juga sering menjadi penghubung bagi para penggemar yang ingin membeli produk Beyblade asli. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu anggota menghindari produk palsu yang masih beredar di pasaran.
Di sisi lain, beberapa anggota komunitas juga mulai aktif mengikuti kompetisi tingkat nasional. Namun, biaya perjalanan dan akomodasi masih menjadi tantangan utama bagi para pemain yang ingin berpartisipasi dalam turnamen di luar daerah.
“Tetapi untuk anggota sudah banyak yang ke Jakarta atau mengikuti turnamen di luar Kalimantan. Kalau dari segi biayanya memang tidak kecil. Mudah-mudahan ke depan kami bisa lebih sering mengikuti turnamen nasional,” tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan